InspirasiNews

Guru Ngaji Asal Bukittinggi Wujudkan Impian Haji Sepuluh Tahun

126
×

Guru Ngaji Asal Bukittinggi Wujudkan Impian Haji Sepuluh Tahun

Sebarkan artikel ini
kisah-guru-ngaji-asal-bukittinggi-tuntaskan-penantian-haji-sejak-2014
Kisah Guru Ngaji Asal Bukittinggi Tuntaskan Penantian Haji Sejak 2014

Padang – Ratusan jemaah haji yang tergabung dalam kloter PDG 7 tiba di Bandara Internasional Minangkabau pada Kamis (11/6/2026). Kepulangan mereka ke Tanah Air disambut dengan perasaan haru serta rasa syukur yang mendalam.

Salah satu jemaah, Busnela, mengaku sangat emosional saat harus meninggalkan Tanah Suci. Guru mengaji asal Guguak Tabek Sarojo, Bukittinggi, ini bahkan sempat menahan tangis karena berharap bisa kembali lagi ke Mekkah di masa depan.

“Saya terharu. Rasanya tidak ingin pulang. Saya terus berdoa agar diberikan rezeki untuk bisa kembali lagi ke sini,” ujar Busnela saat ditemui di bandara.

Bagi Busnela, perjalanan haji tahun ini merupakan jawaban atas doa yang telah ia langitkan sejak kecil. Ia diketahui sudah menantikan kesempatan untuk berhaji sejak tahun 2014 silam.

Selama di Arab Saudi, Busnela merasa sangat terbantu dengan kemampuan bahasa Arab yang ia miliki berkat latar belakang pendidikannya di LIPIA Jakarta. Keahlian tersebut memudahkannya berinteraksi dengan penduduk lokal hingga aparat keamanan setempat.

Ia pun kerap membantu rekan jemaah lain yang mengalami kendala komunikasi, terutama saat mengunjungi Raudhah di Madinah. Menurutnya, berhaji memerlukan kesabaran tinggi dan kebersihan hati agar ibadah berjalan lancar.

Pengalaman spiritual paling berkesan bagi Busnela adalah saat berhasil menyentuh Ka’bah dan memanjatkan doa di Multazam. Meski kondisi lokasi sangat padat, ia tetap gigih bergerak mandiri agar dapat beribadah di area yang diyakini mustajab tersebut.

Terkait pelayanan, Busnela memberikan apresiasi positif terhadap penyelenggara haji Indonesia tahun ini. Baginya, fasilitas dan layanan yang tersedia sangat membantu jemaah selama berada di Arab Saudi.

Ia menganggap kemudahan ibadahnya sebagai bentuk pertolongan Tuhan atas dedikasinya sebagai pengajar Al-Qur’an selama ini. Kini, ia kembali ke kampung halaman dengan membawa pengalaman spiritual berharga.