Tutup
Regulasi

IHSG Cetak Rekor Baru! Peluang Investasi atau Waktunya Jual?

178
×

IHSG Cetak Rekor Baru! Peluang Investasi atau Waktunya Jual?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) pada penutupan perdagangan Selasa, 6 Januari 2026. Penguatan ini didorong oleh sentimen positif dari kenaikan harga komoditas logam global.

IHSG melesat 74,41 poin atau 0,84 persen ke level 8.933,61. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga ikut menguat 5,28 poin atau 0,61 persen ke posisi 865,05.

Kenaikan harga komoditas logam dan insentif pemerintah menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dalam kajiannya.

Selain faktor domestik, sentimen dari global juga turut memengaruhi. Harga emas dan perak global menguat setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap Venezuela.

Pelaku pasar juga menanti rilis data ekonomi dari Eropa dan AS, seperti data retail sales dan pasar tenaga kerja Jerman, data inflasi Euro Area, serta indeks ISM Services dan JOLTS Job Openings AS.

Di dalam negeri, pemerintah terus berupaya mendorong daya beli masyarakat melalui berbagai insentif.

Salah satunya adalah pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) 21 selama tahun 2026 bagi karyawan dengan gaji di bawah Rp10 juta per bulan yang bekerja di sektor industri alas kaki, tekstil dan pakaian jadi, furnitur, industri kulit dan turunannya, serta pariwisata. Insentif ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 105 Tahun 2025.

Selain itu, pemerintah juga menanggung 100 persen Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk harga jual rumah hingga Rp2 miliar untuk rumah tapak dan Rp5 miliar untuk rumah susun selama tahun 2026, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 90 Tahun 2025. Pemerintah juga tengah mempertimbangkan insentif untuk industri otomotif.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG terus berada di zona positif, baik pada sesi pertama maupun sesi kedua.

Sembilan sektor mencatatkan penguatan, dipimpin oleh sektor barang baku yang naik 2,81 persen. Sektor energi dan sektor teknologi menyusul dengan kenaikan masing-masing sebesar 1,51 persen dan 1,28 persen.

Sebaliknya, sektor transportasi & logistik dan sektor keuangan mengalami penurunan masing-masing sebesar 1,40 persen dan 0,12 persen.

Tercatat 4.369.030 kali transaksi saham dengan volume perdagangan mencapai 67,93 miliar lembar saham senilai Rp34,16 triliun. Sebanyak 428 saham mengalami kenaikan, 256 saham menurun, dan 127 saham stagnan.

Bursa saham regional Asia juga mencatatkan kinerja positif. Indeks Nikkei menguat 1,32 persen ke 52.518,10, indeks Hang Seng naik 1,38 persen ke 26.710,44, indeks Shanghai menguat 1,50 persen ke 4.083,66, dan indeks Strait Times naik 1,27 persen ke 4.739,97.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak tinggi pada Sabtu (10/1/2026). Mengutip situs Logam Mulia, Sabtu (10/1/226), harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.602.000. Harga emas Antam itu melejit Rp 25.000 jika dibandingkan dengan harga pada Jumat (9/1/2026) yang berada di level Rp 2.577.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Indeks utama bursa saham Wall Street ditutup menguat di akhir pekan ini, Jumat (9/1/2026). Indeks S&P 500 bahkan menguat ke penutupan tertinggi sepanjang masa alias all time high didorong oleh saham Broadcom dan produsen chip lainnya. Jumat (9/1/2026), indeks S&P 500 naik 0,65% dan mengakhiri sesi di level 6.966,28. Nasdaq menguat 0,82% menjadi 23.671,35, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,48% menjadi…