Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Rabu pagi (7/1/2026) dengan catatan positif, berlawanan dengan tren pelemahan yang terjadi di bursa saham regional Asia.
IHSG dibuka menguat 25,47 poin atau 0,29 persen, mencapai level 8.959,08. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga mengalami kenaikan sebesar 2,34 poin atau 0,27 persen, berada di posisi 867,40.
Sentimen positif dari Wall Street diharapkan menjadi katalis bagi IHSG. Selain itu, rupiah diharapkan mampu keluar dari tekanan setelah mengalami pelemahan selama tiga hari berturut-turut. Demikian disampaikan Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya.
Bursa saham AS, Wall Street, secara kompak mencatatkan penguatan di tengah ketegangan geopolitik akibat serangan AS ke Venezuela. Namun, dampak konflik ini dinilai terbatas pada pasar global.
Sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI) menjadi motor penggerak utama penguatan Wall Street, dipimpin oleh saham-saham seperti Amazon, Micron Technology, dan Palantir. Saham semikonduktor juga menunjukkan performa yang sangat baik di awal tahun 2026, melanjutkan tren positif dari tahun sebelumnya.
Optimisme pasar didorong oleh keyakinan bahwa AI akan terus menjadi faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi, didukung oleh prospek ekonomi AS yang solid, potensi pemangkasan suku bunga, dan stimulus fiskal.
Dari dalam negeri, Indonesia dan AS memasuki tahap akhir perundingan perjanjian dagang. Rencananya, negosiasi lanjutan akan diadakan di Washington DC pada 12-19 Januari 2026.
Fokus utama perundingan adalah penyusunan detail perjanjian secara hukum (legal drafting).
Kesepakatan ini diharapkan mencakup penurunan tarif timbal balik AS atas produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen, serta komitmen kerja sama di bidang perdagangan, teknologi, dan investasi. Hal ini diharapkan memberikan dukungan jangka menengah bagi stabilitas ekonomi dan pasar keuangan Indonesia.
Sementara itu, mayoritas bursa saham regional Asia pagi ini justru mengalami pelemahan. Indeks Nikkei turun 0,44 persen ke level 52.288,00, indeks Shanghai melemah 0,03 persen ke posisi 4.083,74, indeks Hang Seng terkoreksi 0,94 persen ke level 26.442,50, dan indeks Straits Times turun tipis 0,05 persen ke posisi 4.738,17.







