Tutup
Regulasi

IHSG Menguat! Sinyal Positif Dekati Level 9.000

279
×

IHSG Menguat! Sinyal Positif Dekati Level 9.000

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Rabu pagi (7/1/2026) dengan catatan positif, berlawanan dengan tren pelemahan yang terjadi di bursa saham regional Asia.

IHSG dibuka menguat 25,47 poin atau 0,29 persen, mencapai level 8.959,08. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga mengalami kenaikan sebesar 2,34 poin atau 0,27 persen, berada di posisi 867,40.

Sentimen positif dari Wall Street diharapkan menjadi katalis bagi IHSG. Selain itu, rupiah diharapkan mampu keluar dari tekanan setelah mengalami pelemahan selama tiga hari berturut-turut. Demikian disampaikan Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya.

Bursa saham AS, Wall Street, secara kompak mencatatkan penguatan di tengah ketegangan geopolitik akibat serangan AS ke Venezuela. Namun, dampak konflik ini dinilai terbatas pada pasar global.

Sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI) menjadi motor penggerak utama penguatan Wall Street, dipimpin oleh saham-saham seperti Amazon, Micron Technology, dan Palantir. Saham semikonduktor juga menunjukkan performa yang sangat baik di awal tahun 2026, melanjutkan tren positif dari tahun sebelumnya.

Optimisme pasar didorong oleh keyakinan bahwa AI akan terus menjadi faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi, didukung oleh prospek ekonomi AS yang solid, potensi pemangkasan suku bunga, dan stimulus fiskal.

Dari dalam negeri, Indonesia dan AS memasuki tahap akhir perundingan perjanjian dagang. Rencananya, negosiasi lanjutan akan diadakan di Washington DC pada 12-19 Januari 2026.

Fokus utama perundingan adalah penyusunan detail perjanjian secara hukum (legal drafting).

Kesepakatan ini diharapkan mencakup penurunan tarif timbal balik AS atas produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen, serta komitmen kerja sama di bidang perdagangan, teknologi, dan investasi. Hal ini diharapkan memberikan dukungan jangka menengah bagi stabilitas ekonomi dan pasar keuangan Indonesia.

Sementara itu, mayoritas bursa saham regional Asia pagi ini justru mengalami pelemahan. Indeks Nikkei turun 0,44 persen ke level 52.288,00, indeks Shanghai melemah 0,03 persen ke posisi 4.083,74, indeks Hang Seng terkoreksi 0,94 persen ke level 26.442,50, dan indeks Straits Times turun tipis 0,05 persen ke posisi 4.738,17.

Regulasi

Pasar saham Indonesia terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama didorong oleh meningkatnya minat generasi muda terhadap instrumen investasi yang lebih modern dan fleksibel. Salah satu instrumen yang sering menjadi sorotan adalah saham blue chip, yaitu saham dari perusahaan besar yang memiliki fundamental kuat, kinerja stabil, s…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Grup Bakrie kembali bermanuver di pasar modal dengan menggelar aksi korporasi. Berbagai langkah ditempuh, salah satunya Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue. Dalam catatan Kontan, setidaknya ada tiga emiten Grup Bakrie yang akan melakukan rights issue. Yakni, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang berencana menerbitkan 86,70 miliar saham dengan potensi dilusi 33,33%. Meski…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Sejumlah emiten akan mendapatkan dampak langsung pasca Bursa Efek Indonesia (BEI) mengubah kriteria evaluasi indeks-indeks utama, yaitu LQ45, IDX30, dan IDX80. Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su menilai, perubahan kriteria tersebut bertujuan untuk meningkatkan likuiditas dan representasi pasar yang lebih sehat. Dengan kriteria baru yang lebih ketat, saham-saham seperti PT Surya Citra Media Tbk…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah menetapkan pembagian total dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 52,1 triliun atau Rp 346 per lembar saham. Pembagian nilai dividen tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan awal bulan ini. Adapun total nilai dividen tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp 137 per saham atau Rp 20,6 triliun yang telah dibayarkan pada…