Tutup
EkonomiInvestasiNews

IHSG Menguat Tipis, Analis Waspadai Koreksi Lebih Dalam

196
×

IHSG Menguat Tipis, Analis Waspadai Koreksi Lebih Dalam

Sebarkan artikel ini
dibuka-menghijau,-ihsg-dibayangi-koreksi-seiring-pelemahan-rupiah
Dibuka Menghijau, IHSG Dibayangi Koreksi seiring Pelemahan Rupiah

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin (22/12/2025).

Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 19 poin atau 0,23 persen ke level 8.629.

Namun, analis memprediksi IHSG berpotensi kembali terkoreksi.

Tim Riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini.

“Diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi,” tulis tim riset Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya.

Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguji level support 8.500 hingga 8.550 dan resistance 8.700.

Di pasar Asia, perhatian investor akan tertuju pada pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional di china pada 22-27 Desember 2025.

Dari Jepang, investor akan mencermati risalah pertemuan kebijakan BOJ serta data inflasi dan industrial production.

phintraco Sekuritas juga menyoroti data M2 Money Supply November 2025 yang akan dirilis hari ini.

Menjelang libur natal dan pekan perdagangan yang pendek, volume perdagangan diperkirakan relatif sepi.

Investor juga akan mencermati pergerakan nilai tukar Rupiah yang cenderung melemah.

Dari global, indeks-indeks saham Wall Street ditutup mixed pada pekan lalu.

Namun, pada perdagangan Jumat (19/12/2025), Wall Street ditutup menguat didorong rebound saham sektor teknologi.

Saham Oracle menguat setelah TikTok setuju untuk menjual operasinya di AS kepada perusahaan patungan baru.

Saham Nvidia juga menguat setelah pemerintahan Trump sedang mengkaji prospek perusahaan itu untuk menjual chip AI yang baru ke China.

Menjelang libur Natal, phintraco Sekuritas memprediksi pasar saham AS dan eropa cenderung stabil karena kalender ekonomi yang relatif sepi.

“Namun investor diperkirakan masih akan mencermati beberapa data ekonomi AS yang tertunda dirilis,seperti perkiraan kedua PDB kuartal III-2025,durable goods orders dan industrial production,” jelasnya.

IHSG diproyeksi akan bergerak lebih rendah pada sesi perdagangan di awal pekan, Senin, 22 Desember 2025.

Posisi terakhir IHSG berada di level 8.609 setelah merosot 0,10%.