JAKARTA – PT Indointernet Tbk (EDGE) resmi melangkah menjadi perusahaan tertutup (*go private*) setelah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu (22/4).
Direktur Utama Indointernet, Donauly E. Situmorang, mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengantongi restu dari para pemegang saham independen untuk melakukan *voluntary delisting* atau penghapusan pencatatan saham secara sukarela dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Kami akan mengikuti regulasi yang berlaku, termasuk ketentuan mengenai jadwal pelaksanaan serta rincian teknisnya,” ujar Donauly dalam konferensi pers, Rabu (22/4/2026).
Langkah *go private* ini diikuti dengan penawaran tender (*tender offer*) sukarela yang akan dilakukan oleh pemegang saham pengendali, yakni Digital Edge Hong Kong. Donauly menyebutkan, jadwal resmi terkait penawaran tender tersebut akan diumumkan oleh pihak pengendali pada pekan depan.
Ia menegaskan bahwa proses *delisting* ini menjadi kesempatan bagi pemegang saham publik untuk keluar dari investasi mereka dengan harga yang dinilai adil dan teratur.
Berdasarkan keterbukaan informasi, harga penawaran tender yang dipatok perusahaan mencapai Rp 11.500 per saham. Angka tersebut mencerminkan premi sebesar 141,2% di atas harga rata-rata tertinggi perdagangan harian di BEI selama 90 hari terakhir, yang tercatat sebesar Rp 4.768 per saham.
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat melakukan suspensi sementara terhadap perdagangan saham EDGE menyusul rencana perusahaan untuk melakukan *go private* dan *delisting* tersebut.







