Regulasi

Indoritel Makmur (DNET) buka suara soal kehadiran Koperasi Desa Merah Putih

67
×

Indoritel Makmur (DNET) buka suara soal kehadiran Koperasi Desa Merah Putih

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) belum memberikan dampak signifikan terhadap operasional bisnis perusahaan maupun entitas asosiasinya.

Corporate Secretary Indoritel Makmur Internasional, Kiki Yanto Gunawan, menyatakan bahwa model bisnis KDMP memiliki karakteristik dan segmen pasar yang berbeda. Oleh karena itu, kehadiran koperasi tersebut dinilai tidak mengancam posisi ritel modern yang dikelola perseroan.

“Hingga saat ini, perseroan belum melihat adanya dampak material terhadap wilayah operasional maupun gerai entitas asosiasi kami terkait kehadiran KDMP,” ujar Kiki dalam keterbukaan informasi, Kamis (4/6/2026).

Kiki menambahkan, industri ritel nasional masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas, seiring dengan meningkatnya konsumsi masyarakat serta terus diperluasnya akses layanan ritel di berbagai daerah.

Terkait kabar penutupan atau penyesuaian operasional gerai di sejumlah lokasi, seperti Lombok Tengah, perusahaan menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari evaluasi rutin. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap perizinan dan tata ruang daerah, serta murni sebagai proses bisnis internal yang tidak berkaitan dengan munculnya KDMP.

Perseroan juga memastikan bahwa rantai pasok distribusi tetap berjalan normal. Kiki menegaskan, hubungan kerja sama dengan para pemasok saat ini terjaga dengan baik.

Ke depan, DNET berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan kondisi pasar di masing-masing wilayah, termasuk di area pedesaan. Perusahaan akan tetap menerapkan strategi bisnis yang prudent (hati-hati) dan adaptif guna menjaga keberlangsungan serta daya saing di tengah dinamika industri.

“Apabila di kemudian hari terdapat perkembangan yang berdampak, kami bersama entitas asosiasi akan melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi sesuai dengan kebutuhan pasar,” tuturnya.

Selain mengoptimalkan operasional, DNET juga terus mencermati berbagai peluang investasi serta rencana jangka panjang yang sejalan dengan perkembangan industri ritel dan kebutuhan dasar konsumen.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot makin tertekan pada perdagangan tengah hari ini. Kamis (4/6/2026), rupiah berada di level Rp 18.043 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah 0,42% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.967 per dolar AS. Pergerakan rupiah ini berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang di Asia. Pada perdagangan intraday, rupiah sempat berada di level Rp 18.047 per…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tertekan di awal perdagangan hari ini. Kamis (4/6/2026) pukul 09.08 WIB, IHSG melemah 77,029 poin atau 1,3% ke 5.864,037. Pelemahan IHSG ini disokong seluruh indeks sektoral. Sektor dengan pelemahan terdalam dicetak IDX Sektor Barang Baku yang anjlok 2,37% di awal perdagangan. Berikutnya ada IDX Sektor Perindustrian, IDX Sektor Infrastruktur, IDX Sektor Barang Konsumen Primer…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Morgan Stanley SumbarSumbarbisnis.com International Plc tercatat terus memborong saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola jaringan gerai Alfamart. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Rabu (3/6/2026), Morgan Stanley membeli 179.137.756 saham AMRT di harga pelaksanaan Rp 1.151 per saham. Dengan begitu, Morgan Stanley perlu merogoh kocek hingga Rp 206 miliar. Transaksi pembelian saham itu telah dilakukan pada…