Tutup
EkonomiEnergiPerbankan

Internet Murah Dorong Ekonomi, Hashim Ramal Kenaikan Satu Persen

265
×

Internet Murah Dorong Ekonomi, Hashim Ramal Kenaikan Satu Persen

Sebarkan artikel ini
hashim:-internet-murah-bisa-dongkrak-ekonomi-hingga-1-persen
Hashim: Internet Murah Bisa Dongkrak Ekonomi Hingga 1 Persen

Jakarta – Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, meyakini akses internet murah akan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Keyakinan ini disampaikan Hashim saat menjelaskan target pertumbuhan ekonomi tinggi pemerintahan Prabowo subianto, yang juga bertujuan menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda.

“Setiap 10 persen peningkatan akses internet, pertumbuhan ekonomi bisa naik 0,7 persen hingga 1 persen,” ujar Hashim dalam forum CNN Indonesia Sustainability Summit 2025 di Jakarta, Rabu (26/11).

Hashim mengungkapkan keterlibatannya dalam investasi internet murah karena melihat langsung dampaknya terhadap perekonomian.

Ia menyoroti penetrasi internet di Indonesia yang masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga.

“Penetrasi internet kita baru 15 persen, sementara Malaysia, Thailand, Filipina sudah 50 persen, dan Korea Selatan 100 persen,” jelasnya.

Hashim mengakui peningkatan aktivitas ekonomi akan berdampak pada peningkatan emisi karbon dalam beberapa tahun ke depan.

namun, ia menegaskan pemerintah membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi untuk menciptakan lapangan kerja, terutama di tengah kekhawatiran meningkatnya pengangguran di perkotaan.

“Untuk menciptakan lapangan kerja, kita butuh aktivitas ekonomi, pertumbuhan, dan peningkatan. Itu target utama yang harus dicapai untuk menjaga stabilitas sosial,” tegas Hashim.

Target pertumbuhan ekonomi 8 persen, menurut Hashim, akan dicapai melalui berbagai cara, termasuk pembangunan perumahan sosial yang melibatkan ratusan sektor industri.Peningkatan emisi karbon akibat aktivitas ekonomi ini, lanjut Hashim, akan diimbangi oleh pemerintah melalui regulasi dan program-program yang akan terasa dampaknya pada tahun 2030-an.Pemerintah memperkirakan emisi baru akan mulai berkurang setelah tahun 2031, seiring dengan berjalannya program pengurangan emisi dan transisi energi.

Sebagai informasi, KTT iklim COP30 akan digelar di Belem, Brasil, untuk memperkuat kerja sama internasional dalam menangani perubahan iklim dan merumuskan arah pembangunan berkelanjutan.