JAKARTA – Penawaran tender wajib (tender offer) yang dilakukan PT Wahana Konstruksi Mandiri atas saham PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) berakhir tanpa hasil. Hingga periode penawaran ditutup, tidak ada satu pun pemegang saham publik yang melepas kepemilikannya.
Langkah korporasi ini dilakukan oleh Wahana Konstruksi Mandiri selaku pengendali baru ASLI untuk memenuhi kewajiban regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni POJK No. 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.
Dalam periode penawaran yang berlangsung sejak 5 Maret hingga 3 April 2026, pengendali baru tersebut membuka peluang pembelian hingga 2,33 miliar saham publik. Harga yang dipatok dalam tender offer ini adalah Rp204 per saham, dengan nilai transaksi potensial mencapai Rp475,32 miliar.
Namun, karena nihilnya pemegang saham yang berminat menjual sahamnya, struktur kepemilikan ASLI tetap tidak berubah. PT Wahana Konstruksi Mandiri saat ini masih menggenggam 3,92 miliar saham atau setara 62,72% dari total modal ditempatkan dan disetor perusahaan.
Direktur Utama Wahana Konstruksi Mandiri, Peter Handika, mengonfirmasi bahwa pihak pengendali baru juga tidak melakukan penambahan kepemilikan melalui pasar reguler selama periode penawaran berlangsung. Laporan ini disampaikan perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (17/4/2026) sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan pasar modal.
Sementara itu, pergerakan saham ASLI di pasar modal terpantau sempat mengalami tekanan. Pada perdagangan Jumat (17/4/2026), harga saham ASLI ditutup melemah 2,91% ke level Rp400 per saham. Meski demikian, dalam akumulasi lima hari perdagangan terakhir, saham ini mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 29,03%.







