Tutup
PerbankanTransportasi

KAI Commuter Kejar Elektrifikasi Tanah Abang-Rangkasbitung 2027

78
×

KAI Commuter Kejar Elektrifikasi Tanah Abang-Rangkasbitung 2027

Sebarkan artikel ini
kai-commuter-kejar-gerbong-krl-jalur-rangkasbitung-jadi-12-pada-2027
KAI Commuter Kejar Gerbong KRL Jalur Rangkasbitung Jadi 12 pada 2027

Jakarta – KAI Commuter menargetkan elektrifikasi jalur KRL Tanah Abang-Rangkasbitung rampung pada 2027. jika terealisasi, jumlah rangkaian KRL di lintas tersebut akan ditambah menjadi 12 gerbong dari saat ini sekitar delapan hingga 10 gerbong.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan pihaknya bersama pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah mengejar pengembangan infrastruktur di lintas Green Line Tanah abang-Rangkasbitung.

Menurut dia, target penambahan rangkaian pada 2027 diupayakan seiring sejumlah programme peningkatan infrastruktur perkeretaapian Jabodetabek yang sedang berjalan.

“Tentunya pasti akan diupayakan untuk direalisasikan (pada 2027),” ujar Karina di kantor KAI Commuter, Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Senin (20/4).

Karina menjelaskan pengembangan infrastruktur juga berlangsung di sejumlah titik lain di Jabodetabek, termasuk proyek di Stasiun Bogor.

Ia mengatakan KAI Commuter memberikan dukungan melalui identifikasi kebutuhan layanan di tiap lintas kepada penyelenggara prasarana dan pemerintah, yaitu Kementerian Perhubungan. Pembahasan masih dilakukan bersama.

Karina menegaskan prioritas utama pengembangan adalah pemenuhan aspek keselamatan perjalanan kereta serta peningkatan kenyamanan penumpang.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pernah mengatakan penambahan gerbong itu diperlukan agar kapasitas angkut bisa lebih banyak.

“Saya sebenarnya sudah minta kepada pak Dirjen (Perkeretaapian) supaya mengganti kereta yang lebih besar lagi, sehingga kapasitas angkutnya lebih banyak,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, jakarta Selatan, Kamis (9/4).

Ia menjelaskan perbaikan jaringan elektrifikasi memungkinkan penggunaan rangkaian lebih panjang. Selain itu, jarak antarperjalanan atau headway juga diharapkan menjadi lebih singkat, sehingga kapasitas angkut bertambah.

Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono mengatakan dokumen perencanaan teknis elektrifikasi Tanah Abang-Rangkasbitung ditargetkan selesai pada semester I tahun ini.

Menurut Allan, elektrifikasi memungkinkan penambahan gerbong dari delapan hingga 10 rangkaian menjadi 12 gerbong dalam satu perjalanan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan daya melalui penambahan gardu listrik serta perpanjangan peron di sejumlah stasiun.

“Jadi, untuk mengurai kepadatan green line dengan rencana menjalankan kereta yang lebih panjang,” ujar Allan.

Data KAI menunjukkan jumlah pengguna KRL lintas Rangkasbitung terus meningkat. Pada 2022 tercatat 43.317.716 pengguna, kemudian naik menjadi 77.552.716 pengguna pada 2025. Tren tersebut berlanjut pada 2026, di mana periode Januari-Maret telah mencapai 20.197.205 pengguna.

Vice President Corporate Dialog KAI Anne Purba mengatakan elektrifikasi jalur mampu meningkatkan frekuensi perjalanan, kapasitas angkut bertambah, serta pola operasi menjadi lebih fleksibel mengikuti kebutuhan.

“Penguatan ini berjalan melalui kolaborasi KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan yang selama ini berperan dalam pengembangan elektrifikasi jalur dan peningkatan prasarana,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4).