Tutup
IndustriNewsRegulasiTransportasi

KCIC Terapkan Tarif Dinamis untuk Kereta Cepat Whoosh

5818
×

KCIC Terapkan Tarif Dinamis untuk Kereta Cepat Whoosh

Sebarkan artikel ini
Daftar Tarif Baru Kereta Segera Whoosh, Paling Murah Simbol Rupiah 150 Ribu

Jakarta – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memberlakukan skema tarif dinamis atau “dynamic pricing” untuk Kereta Cepat atau Whoosh mulai Februari 2024.

Penetapan tarif ini mempertimbangkan beberapa faktor, seperti jam sibuk, musim liburan, dan hari kerja/akhir pekan.

Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC, menjelaskan bahwa tarif yang ditetapkan untuk kelas Premium Economy berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 250.000.

“Dengan ‘Dynamic Pricing’, calon penumpang dapat merencanakan perjalanan sesuai dengan budget dan waktu yang diinginkan,” ujar Eva dalam keterangannya.

Sebagai contoh, tarif termurah untuk perjalanan Halim – Padalarang – Tegalluar diberlakukan pada keberangkatan pukul 19.15, 20.05, dan 20.30 dengan tarif Rp 150.000 dan Rp 175.000 di luar musim liburan atau akhir pekan.

Sedangkan untuk relasi Tegalluar – Padalarang – Halim, tarif terendah berlaku pada keberangkatan pukul 07.55, 08.45, 09.10, 09.47, 10.20, dan 10.55 dengan tarif Rp 150.000, Rp 175.000, dan Rp 200.000 di luar musim liburan atau akhir pekan.

“Calon penumpang dapat mengetahui rute, jadwal, dan tarif dinamis lainnya melalui aplikasi Whoosh, situs ticket.kcic.co.id, Ticket Vending Machine, Loket resmi di stasiun, dan aplikasi mobile mitra seperti Access by KAI, Livin by Mandiri, BRImo, dan BNI Mobile Banking,” jelas Eva.

Eva menambahkan, “Penerapan ‘dynamic pricing’ ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah bagi penumpang. Fleksibilitas biaya diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. KCIC akan terus memantau dan mengevaluasi penerapan ‘dynamic pricing’ ini agar sesuai dengan kebutuhan penumpang dan operasional Whoosh.”

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…