Tutup
NewsRegulasi

KPPI Selidiki Dampak Impor EPS pada Industri Dalam Negeri

631
×

KPPI Selidiki Dampak Impor EPS pada Industri Dalam Negeri

Sebarkan artikel ini
aerial photo of cargo crates

Jakarta – Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) telah memulai penyelidikan perpanjangan Tindakan Pengamanan Perdagangan (BMTP) terhadap impor barang expansible polystyrene (EPS). Penyelidikan ini mencakup impor dari tiga negara utama, yakni Taiwan, Tiongkok, dan Vietnam.

“KPPI menerima permohonan resmi dari PT Kofuku Plastic Indonesia (PT KPI) pada 21 Juni 2024,” ungkap Ketua KPPI, Franciska Simanjuntak, Senin (22/7/2024).

Berdasarkan bukti awal, KPPI menemukan indikasi kerugian serius atau ancaman kerugian serius yang dialami pemohon. “Penurunan produksi, penjualan domestik, produktivitas, kapasitas terpakai, dan laba menjadi indikator kinerja industri dalam negeri yang memburuk pada periode 2021-2023,” jelas Franciska.

PT KPI mengklaim telah menyelesaikan 27,74 persen program penyesuaian struktural. Namun, menurut Franciska, waktu tiga tahun yang diberikan sebelumnya tidak cukup bagi industri dalam negeri untuk melakukan penyesuaian secara optimal.

“Pemohon meminta KPPI memperpanjang pengenaan BMTP agar dapat menyelesaikan program penyesuaian struktural dan bersaing dengan barang impor,” kata Franciska.

Pada 2023, pangsa impor EPS terbesar berasal dari Taiwan (47,09%), diikuti Tiongkok (37,56%) dan Vietnam (13,36%).

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi setelah mencatat penguatan selama lima hari berturut-turut. Meski sempat dibuka di zona hijau, tekanan jual membuat IHSG berbalik arah dan ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (15/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG turun 0,68% atau terkoreksi 52,36 poin ke level 7.623,58. Baca Juga: Reli IHSG Terhenti SumbarSumbarbisnis.com Sell Asing…