Tutup
News

Mahyeldi Cermati Data Bencana Hidrometeorologi Sumbar

231
×

Mahyeldi Cermati Data Bencana Hidrometeorologi Sumbar

Sebarkan artikel ini
gubernur-mahyeldi-tinjau-proses-rekapitulasi-data-dampak-dan-penanganan-bencana-hidrometeorologi-di-sumbar
Gubernur Mahyeldi Tinjau Proses Rekapitulasi Data Dampak dan Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Sumbar

Padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi ansharullah, meninjau langsung data dampak bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan efektif.

Mahyeldi menegaskan pentingnya data terkini untuk menentukan kebijakan selanjutnya, terutama karena masa tanggap darurat akan segera berakhir.

“Besok masa tanggap darurat berakhir,data penting untuk kebijakan selanjutnya,” kata Mahyeldi saat meninjau Posko Terpadu Penanggulangan Darurat Bencana Sumbar,Minggu (7/12/2025).

Dalam peninjauan tersebut, Mahyeldi didampingi Pangdam XX/Tuanku imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, Sekdaprov Sumbar Arry Yuswandi, Kalaksa BPBD Sumbar Era Sukma Munaf, dan sejumlah pejabat daerah. Mereka meninjau titik-titik terdampak dan memastikan kesiapsiagaan tim.Data terbaru mencatat 247.402 jiwa terdampak bencana. Rinciannya, 228 orang meninggal dunia, 98 hilang, 112 luka-luka, dan 20.604 mengungsi.

“Kami pastikan pemerintah daerah bergerak cepat. Prioritaskan evakuasi, buka akses jalan, dan distribusikan logistik,” tegas Mahyeldi.

Untuk mitigasi jangka panjang, Pemprov Sumbar menggalakkan penanaman pohon di hutan produktif rawan bencana. pemerintah juga mengidentifikasi titik rawan longsor dan melarang warga mendirikan bangunan di sana.

Penanaman pohon bambu sejak sembilan bulan lalu dinilai penting karena mampu menahan aliran air saat hujan deras.

“Ini sejalan dengan pepatah ‘bagaikan aur dengan tebing’, pentingnya saling membantu. Akar bambu menahan tebing agar tidak longsor, tebing menopang bambu untuk tumbuh,” jelasnya.

Gubernur menekankan pentingnya kerja sama semua pihak dalam menjaga wilayah dari bencana. Pemerintah berkomitmen berkolaborasi dengan TNI, Polri, instansi terkait, relawan, dan masyarakat.

“Penanggulangan bencana tidak bisa sendiri. Kami minta semua pihak siaga, jaga komunikasi, patuhi arahan petugas, dan jangan terpengaruh isu yang tidak jelas,” tambahnya.

Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada menyerahkan simbolis empat batang pohon bambu kepada pemerintah provinsi. Ini simbol energi, edukasi, efisiensi, dan ekonomi, serta sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan.

“Bambu tumbuh cepat, kokoh, lentur, dan akarnya kuat,” ujarnya.

Mayjen Arief menambahkan, Pemprov Sumbar telah menanam bambu di daerah rawan bencana. “Kami hanya melanjutkan. Salut untuk Gubernur sumbar yang sudah memulai lebih dulu,” katanya.

Ia menegaskan kunjungannya bertujuan menyamakan pola tindakan dalam penanganan korban bencana hidrometeorologi.

tim gabungan terus memantau dan mendata kerusakan, serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.