Tutup
Regulasi

Medco Lepas 150 Juta Saham Hasil Buyback untuk Program ESOP-MSOP

71
×

Medco Lepas 150 Juta Saham Hasil Buyback untuk Program ESOP-MSOP

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) berencana mengalihkan 150 juta lembar saham hasil pembelian kembali (*buyback*) kepada karyawan, direksi, dan dewan komisaris melalui program kepemilikan saham.

Rencana aksi korporasi ini akan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Juni 2026.

Corporate Secretary MEDC, Siendy K. Wisandana, menjelaskan bahwa saham tersebut akan dialokasikan melalui *Employee Share Allocation Program* (ESAP) dan *Management Share Allocation Program* (MSAP). Program ini mencakup jajaran manajemen di entitas induk, anak perusahaan, hingga afiliasi perseroan.

“Perseroan akan mengajukan permohonan persetujuan kepada pemegang saham dalam RUPST terkait pelaksanaan pengalihan saham hasil *buyback* tersebut,” ujar Siendy dalam keterbukaan informasi, Rabu (29/4/2026).

Berdasarkan catatan per 31 Maret 2026, MEDC memiliki saham treasuri sebanyak 455,6 juta lembar atau setara 1,81% dari total modal ditempatkan dan disetor. Dari jumlah itu, sebanyak 150 juta lembar saham yang berasal dari *buyback* tahun 2025 akan digunakan untuk mendukung program insentif tersebut.

Medco menyatakan bahwa program ESAP dan MSAP telah rutin dijalankan sejak 2017. Melalui skema ini, para penerima saham tidak diwajibkan melakukan pembayaran karena statusnya sebagai bagian dari paket insentif bagi karyawan dan manajemen.

Keputusan ini diambil mengingat stok saham dari hasil *buyback* sebelumnya sudah tidak mencukupi. Dengan adanya tambahan pengalihan saham ini, MEDC menargetkan kebutuhan untuk program insentif periode 2026–2028 dapat terpenuhi.

Pelaksanaan aksi korporasi ini dipastikan akan tetap mematuhi regulasi yang berlaku, termasuk Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 29/2023 yang mengatur batas waktu pengalihan saham treasuri maksimal tiga tahun sejak *buyback* dilakukan.

***

*Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Penulis tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.*

Regulasi

Banyak orang merasa sudah cukup bekal saat masuk ke dunia saham karena sudah membaca buku, mengikuti kelas, atau menonton berbagai konten edukasi. Namun kenyataannya, pengetahuan saja tidak selalu menjamin hasil yang sesuai harapan. Ada jarak yang cukup jauh antara memahami teori dan menerapkannya dalam kondisi pasar yang penuh tekanan. Sering kali…