Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi arus balik Lebaran 1447 Hijriah. Fokus utama adalah kelancaran penyeberangan Sumatera-Jawa.
Menhub Dudy memastikan perjalanan arus balik dapat berjalan terkendali, selamat, aman, dan lancar.
Evaluasi cepat telah dilakukan terhadap titik-titik krusial saat puncak arus mudik Lebaran 2026. Langkah antisipatif pun disiapkan untuk memastikan kelancaran arus balik.
“Puncak arus mudik sudah kita lewati. Saat ini, fokus kita adalah memastikan arus balik dapat dikelola lebih baik, dengan respons yang lebih cepat serta strategi yang lebih matang,” ujar menhub Dudy, Minggu (22/3/2026).
Rapat evaluasi dan koordinasi telah digelar di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Merak, melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Menghadapi arus balik, Menhub menginstruksikan peningkatan kesiapsiagaan melalui skenario adaptif dan responsif terhadap dinamika di lapangan.
Beberapa strategi yang disiapkan meliputi percepatan aktivasi tiba–bongkar–berangkat (TBB) saat terjadi peningkatan kendaraan.
Simulasi kapasitas layanan pada skema 5 dan 6 dermaga juga dilakukan untuk memastikan daya tampung optimal.
Antisipasi juga dilakukan terhadap potensi titik crossing di Bakauheni agar tidak menghambat arus bongkar muat.
Optimalisasi rest area dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Kepolisian dalam pengaturan distribusi dan arus kendaraan.
Evaluasi penggunaan dermaga non-TBB dan pengaturan jumlah kapal agar tetap efisien juga menjadi perhatian.
Opsi penggunaan lintas alternatif Pelabuhan Panjang–Krakatau Bandar Samudra (KBS) disiapkan jika terjadi penumpukan kendaraan.
Pemanfaatan teknologi diperkuat dengan penggunaan drone untuk pemantauan secara real-time, khususnya di wilayah Bakauheni, guna mengidentifikasi potensi antrean secara cepat dan akurat.
Di sisi hulu, optimalisasi buffer zone dan rest area dalam penerapan mekanisme delaying system di Pulau Sumatra dilakukan melalui koordinasi bersama Korlantas Polri untuk menahan kendaraan sebelum memasuki pelabuhan.
Peningkatan kewaspadaan juga dilakukan pada titik rawan, seperti area penjualan oleh-oleh di turunan flyover yang berpotensi menimbulkan hambatan lalu lintas.
Menhub menegaskan bahwa hasil evaluasi arus mudik menjadi dasar dalam menyempurnakan strategi arus balik, mengingat potensi pergerakan masyarakat masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.







