Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons klaim sejumlah pihak yang menyebut ekonomi Indonesia telah resesi. Ia bahkan menyindir ekonom yang menyampaikan pendapatnya di TikTok.
Purbaya menyebut klaim resesi itu sebagai “noise” yang tidak berdasar.
“di TikTok tuh (yang ngomong perekonomian Indonesia hancur) banyak.Coba lihat data yang betul, suruh belajar yang betul,” ujarnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, senin (16/3).
Menkeu menegaskan pemerintah siap melakukan perbaikan jika terjadi penurunan ekonomi.
namun, menurutnya, kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih baik-baik saja. Ia mempertanyakan dasar klaim yang menyebut ekonomi bermasalah.
“Dia cuman menimbulkan sensasi negatif aja, menimbulkan sentimen negatif ke ekonomi. Mungkin dia terlambat kemarin beli saham, jadi pengen beli di bawah,” kata Purbaya.
Saat ditanya mengapa tidak mengajak para ekonom TikTok itu berdiskusi,purbaya tampak geram. Ia menilai tidak ada gunanya berdebat dengan pihak yang tidak memiliki latar belakang pendidikan ekonomi.
“Mereka (ekonom di TikTok) enggak pernah belajar ekonomi, ga pernah kuliah ekonomi.Di mana debatnya? Saya debat sama orang pinggir jalan yang ga jelas jadinya,” tegasnya.
Purbaya meyakinkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi baik. Ia merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen.
ia bahkan memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 berpotensi mencapai 5,5 persen atau lebih.
“Orang bilang itu karangan Purbaya saja. Enggak! itu (data dari) BPS,” tegasnya lagi.
Selain data BPS, Purbaya juga menyinggung indikator lain seperti indeks keyakinan konsumen dari Bank Indonesia (BI) yang tetap kuat pada Februari 2026.
Data dari asosiasi otomotif juga menunjukkan penjualan mobil mulai tumbuh sekitar 7 persen setelah sebelumnya mengalami kontraksi.
Indikator-indikator ini, menurut Purbaya, membuktikan bahwa perekonomian Indonesia masih dalam kondisi yang baik.







