Tutup
Regulasi

Net Sell Asing: Saham Big Banks Paling Banyak Dilepas?

289
×

Net Sell Asing: Saham Big Banks Paling Banyak Dilepas?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Awal pekan ini menjadi momentum positif bagi pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif dengan ditutup menguat signifikan pada perdagangan Senin (29/12/2025).

IHSG melonjak 1,24% atau bertambah 106,34 poin, mencapai level 8.644,25.

Sejak awal perdagangan, IHSG terus bergerak di zona hijau. Pergerakan indeks terpantau stabil dengan rentang perdagangan harian antara 8.545 dan 8.652.

Semangat transaksi juga terlihat jelas di Bursa Efek Indonesia (BEI). Total volume perdagangan mencapai 41,10 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 22,84 triliun.

Dominasi penguatan terlihat pada mayoritas saham. Tercatat, 464 saham menguat, 213 saham melemah, dan 131 saham stagnan.

Aliran dana asing yang deras menjadi salah satu pendorong utama penguatan IHSG.

Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) jumbo sebesar Rp 2,24 triliun di seluruh pasar. Hal ini memberikan dorongan signifikan bagi pasar domestik.

Meskipun IHSG menguat, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) pada sejumlah saham, terutama saham perbankan besar (big banks).

Berikut adalah daftar 10 saham dengan nilai net sell terbesar oleh investor asing pada hari Senin:

1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 568,57 miliar
2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 414,27 miliar
3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 227,73 miliar
4. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 60,54 miliar
5. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 52,43 miliar
6. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 29,57 miliar
7. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 26,12 miliar
8. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 12,81 miliar
9. PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) Rp 9,12 miliar
10. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 5,65 miliar

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi setelah mencatat penguatan selama lima hari berturut-turut. Meski sempat dibuka di zona hijau, tekanan jual membuat IHSG berbalik arah dan ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (15/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG turun 0,68% atau terkoreksi 52,36 poin ke level 7.623,58. Baca Juga: Reli IHSG Terhenti SumbarSumbarbisnis.com Sell Asing…