Jakarta – Kualitas infrastruktur server telah menjadi penentu utama kepuasan pengguna dalam industri gim daring yang kian kompetitif.
Para pengembang kini berpacu meningkatkan performa sistem guna menjaga stabilitas koneksi dan meminimalisir gangguan teknis saat terjadi lonjakan pemain.
Kebutuhan akan teknologi server yang tangguh mendorong penyedia layanan untuk melakukan investasi besar-besaran.
Shockbyte yang sebelumnya fokus pada server Minecraft, kini telah memperluas portofolionya dengan mendukung 65 judul gim sekaligus menyediakan infrastruktur cloud bagi pengembang.
CEO dan Founder Shockbyte, Mitch Smith, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah mengelola lonjakan trafik yang ekstrem saat peluncuran awal sebuah gim.
Menurutnya, jumlah pemain biasanya melonjak tajam dalam beberapa minggu pertama sebelum akhirnya stabil di angka 10 persen dari total basis pengguna awal.
Oleh karena itu, penyedia layanan membutuhkan server berperforma tinggi yang fleksibel untuk mengikuti beban komputasi yang dinamis.
Director of IT Shockbyte, Liam Charles, menekankan bahwa performa prosesor merupakan kunci vital untuk menjalankan layanan server berkualitas, terutama pada gim berbasis single-thread.
Strategi yang diambil perusahaan adalah mengintegrasikan jajaran prosesor AMD Ryzen serta AMD EPYC ke dalam infrastruktur mereka.
Penerapan teknologi tersebut diklaim mampu menghasilkan keseimbangan optimal antara kapasitas memori, efisiensi daya, dan tenaga komputasi.
Pengujian internal menunjukkan peningkatan performa single-thread mencapai lebih dari 40 persen dibandingkan sistem sebelumnya.
Peningkatan signifikan ini terbukti membuat operasional server jauh lebih stabil dan minim hambatan.
Charles menambahkan bahwa prioritas utama perusahaannya adalah menjamin kelancaran pengalaman pengguna agar terhindar dari gangguan micro-stutter yang sering memicu kekecewaan pemain.







