Jakarta – PT Pertamina (Persero) berencana menggabungkan tiga anak usahanya, yaitu PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS), paling lambat akhir 2025. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menyelaraskan struktur usaha dengan mandat pemerintah terkait swasembada dan ketahanan energi nasional.
Nantinya, PT KPI dan PT PIS akan berada di bawah naungan PT Pertamina Patra Niaga (PPN).
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa PPN sebagai perusahaan hasil penggabungan akan mengembangkan dan memperluas kegiatan usahanya di bidang pengolahan dan penyimpanan.
Meski begitu, Baron belum bisa memastikan apakah merger ini efektif per 1 Januari 2026. Menurutnya, waktu pelaksanaan merger masih mempertimbangkan kondisi operasional saat Natal dan Tahun Baru 2026.
Pertamina memastikan operasional dan layanan kepada masyarakat tetap berjalan normal selama proses penggabungan. Seluruh kewajiban kepada pelanggan dan mitra usaha juga akan dipenuhi sesuai ketentuan.
Proses penggabungan ini dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan tata kelola yang baik. Penataan ulang sub-holding ini bertujuan mengurangi kompleksitas operasional.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, sebelumnya menargetkan penggabungan tiga anak usaha ini rampung pada 2025.
“Prosesnya masih berjalan sekarang, jadi kami meminta arahan serta melaporkan ke Danantara. Memang targetnya sebelum akhir Desember 2025 sudah restrukturisasi, sudah berjalan,” kata Simon.
Simon menjelaskan bahwa kondisi global saat ini menyebabkan penurunan keuntungan Pertamina akibat penurunan permintaan minyak dan peningkatan produksi kilang.
“Dengan kondisi yang kurang menguntungkan bagi kami, kilang ini marginnya semakin kecil,” ujarnya.
Mengecilnya margin keuntungan KPI berdampak pada Pertamina secara keseluruhan. Oleh karena itu, penggabungan tiga sub-holding ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasional.
“Iya, nanti akan digabungkan. Mungkin bisa saja (penggabungan dengan nama baru). Bisa jadi Patra Kilang Shipping,” pungkas Simon.







