Tutup
EnergiPerbankan

Pertamina Pantau Pasokan Energi Nasional dengan Digital Hub

232
×

Pertamina Pantau Pasokan Energi Nasional dengan Digital Hub

Sebarkan artikel ini
pertamina-jaga-pasokan-energi-di-ramadan-dan-idul-fitri
Pertamina Jaga Pasokan Energi di Ramadan dan Idul Fitri

Jakarta – PT Pertamina (Persero) menjamin pasokan energi nasional aman, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Berbagai upaya penguatan pasokan terus dilakukan, termasuk untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Vice President Corporate communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan pemantauan pasokan dilakukan ketat melalui Pertamina Digital Hub.

Apa itu Pertamina Digital Hub? Ini adalah sistem pengawasan dan pengendalian pasokan energi Pertamina yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Menurut Baron, Digital Hub terhubung dengan seluruh lini bisnis Pertamina. Tujuannya, agar setiap aktivitas dan proses bisnis terpantau jelas.

“Pada fasilitas ini, Pertamina mampu memetakan kondisi pasokan dan cadangan energi di setiap rantai pasok secara kontinyu,” ujar Baron dalam keterangan tertulisnya.

Pemetaan dilakukan mulai dari sektor hulu, pengolahan, pengapalan dan pengangkutan, hingga distribusi ke SPBU.

“Kami memiliki akses terhadap data dan kamera pengawasan, bahkan pergerakannya setiap detik,” imbuhnya.

Di sektor hulu, operasional dipastikan berjalan sesuai standar. Hal ini dilakukan agar target operasional dari masing-masing entitas terjaga.

Sementara di sektor hilir, pertamina memonitor pergerakan kapal yang membawa produk atau minyak mentah, serta proyeksi kedatangan pengadaan produk atau minyak mentah tersebut.

Optimalisasi operasional kilang dalam negeri juga terus dilakukan untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Teknologi tinggi dimanfaatkan untuk memonitor ketersediaan produk di outlet penjualan, seperti BBM di SPBU.

Pertamina juga memantau awak mobil tangki dalam proses distribusi ke SPBU, hingga memonitor jumlah stok di masing-masing SPBU.

“Melalui satu dashboard terpadu, Pertamina dapat mengidentifikasi pergerakan konsumsi BBM dan LPG di setiap wilayah,” jelas Baron.

Dengan begitu, langkah antisipatif dapat dilakukan lebih dini jika terjadi peningkatan permintaan, kondisi cuaca ekstrem, atau dinamika global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi.

Baron menambahkan, transformasi digital Pertamina menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Sesuai aturan pemerintah, Pertamina telah mengamankan cadangan energi nasional di atas level minimum, yakni berkisar 21-23 hari. Bahkan, ada produk tertentu yang cadangannya mencapai 35 hari.

“Acuan cadangan pemerintah menjadi ambang batas pengamanan yang harus selalu dipertahankan,” tegas Baron.

Selama distribusi dan suplai berjalan normal, stok terus bergerak. Pertamina terus menjaga cadangan di atas level minimum sebagai langkah mitigasi risiko dan komitmen dalam menjaga ketahanan energi.