Jakarta – Kabar baik datang bagi korban banjir dan longsor di Pulau Sumatra. Dua pengusaha menawarkan sumbangan 125 ribu baju ekspor yang tidak lolos standar (reject).
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan tawaran tersebut. Namun, realisasi sumbangan masih menunggu lampu hijau dari Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan.
Tito menjelaskan,ide ini muncul saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara,Jakarta,Senin (15/2).
“Ya, karena kenal. Kenal, menawarkan, daripada numpuk di gudang jadi rusak,” kata Tito usai acara di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (16/12).
Meskipun tidak menyebutkan nama kedua pengusaha tersebut, Tito memastikan mereka menawarkan sumbangan melalui Kemendagri karena mengenalnya.
Menurut Tito, sumbangan ini sesuai aturan yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa baju-baju tersebut baru, bukan bekas.
“Itu masih sangat layak sekali, baru, bukannya bekas. Itu catatan saya, bukan bekas, ini barang baru,” tegasnya.
Baju-baju tersebut, lanjut Tito, tidak memenuhi standar ekspor ke negara seperti Amerika Serikat, sehingga menumpuk di gudang.
“Tapi harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perdagangan dan Bea Cukai. Saya minta sekjen saya, Kemendagri, untuk rapat dengan tiga instansi ini,” imbuhnya.
Tito berharap rapat koordinasi dengan kemenkeu dan Kemendag bisa segera terlaksana agar bantuan bisa segera dikirim ke Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Sebelumnya, Tito menyebutkan satu pengusaha siap menyumbang 100 ribu pakaian, sisanya 25 ribu dari pengusaha lainnya. Ia menekankan kebutuhan mendesak akan pakaian bagi para korban bencana.
“Karena kita kan kasihan. Saya ini sudah beberapa kali turun ke sana, mereka itu di antaranya perlu baju,” tuturnya.
Selain itu, Tito juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan bantuan dana sebesar Rp4 miliar kepada masing-masing pemerintah daerah (pemda) terdampak bencana.







