Tutup
Regulasi

RMKO Disuspensi, RMK Investama Raup Untung Jual Saham?

230
×

RMKO Disuspensi, RMK Investama Raup Untung Jual Saham?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menghentikan sementara perdagangan saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) sejak 2 Januari 2026.

Suspensi ini dilakukan karena BEI mencatat adanya peningkatan harga saham RMKO yang signifikan.

Menurut keterangan resmi Danny Yuskar Wibowo, PH Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI pada 30 Desember 2025, langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap investor.

“Sebagai bentuk perlindungan bagi investor BEI memandang perlu melakukan penghentian sementara perdagangan saham RMKO mulai sesi I tanggal 2 Januari 2026 sampai dengan pengumuman bursa lebih lanjut,” tulisnya.

Meski perdagangan saham RMKO masih ditangguhkan, salah satu pemegang saham, RMK Investama, terpantau melakukan aksi penjualan saham pada 2 Januari 2026.

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis Rabu (7/1/2026), RMK Investama menjelaskan penjualan saham ini bertujuan untuk merealisasikan keuntungan dari kenaikan harga saham dan meningkatkan kepemilikan saham di publik.

RMK Investama melepas 60 juta saham RMKO dengan harga Rp 250 per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai Rp 15 miliar.

Akibat transaksi ini, kepemilikan RMK Investama di saham RMKO berkurang dari 79,998% (999,98 juta saham) menjadi 75,198% (939,98 juta saham).

Sebelumnya, pada 30 Desember 2025, saham RMKO ditutup pada level Rp 464 per saham, naik 23,4% dibandingkan hari sebelumnya.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak tinggi pada Sabtu (10/1/2026). Mengutip situs Logam Mulia, Sabtu (10/1/226), harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.602.000. Harga emas Antam itu melejit Rp 25.000 jika dibandingkan dengan harga pada Jumat (9/1/2026) yang berada di level Rp 2.577.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Indeks utama bursa saham Wall Street ditutup menguat di akhir pekan ini, Jumat (9/1/2026). Indeks S&P 500 bahkan menguat ke penutupan tertinggi sepanjang masa alias all time high didorong oleh saham Broadcom dan produsen chip lainnya. Jumat (9/1/2026), indeks S&P 500 naik 0,65% dan mengakhiri sesi di level 6.966,28. Nasdaq menguat 0,82% menjadi 23.671,35, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,48% menjadi…