Valuta

Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat di Asia Hari Ini

57
×

Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat di Asia Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar AS di layar monitor perdagangan pasar spot
Nilai tukar Rupiah menguat ke level Rp17.942 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026.

JAKARTA – Nilai tukar rupiah di pasar spot mencatatkan performa impresif pada perdagangan tengah hari ini, Jumat (17/7/2026). Rupiah menguat ke level Rp 17.942 per dolar Amerika Serikat (AS).

Posisi tersebut mencerminkan apresiasi sebesar 0,24% dibandingkan penutupan perdagangan pada hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.986 per dolar AS. Penguatan ini menempatkan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan Asia pada sesi perdagangan hari ini.

Tren positif rupiah terjadi di tengah tekanan yang dialami oleh mayoritas mata uang negara-negara Asia lainnya. Hingga pukul 12.30 WIB, sebagian besar mata uang regional justru bergerak melemah terhadap mata uang Paman Sam.

Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia pada perdagangan kali ini setelah mencatatkan koreksi sebesar 0,24%. Pergerakan negatif juga membayangi sejumlah mata uang utama lainnya di kawasan tersebut.

Dolar Taiwan terpantau ambles 0,22% dan baht Thailand mengalami tekanan sebesar 0,1%. Sementara itu, yuan China terkoreksi tipis sebesar 0,02%.

Sentimen negatif juga menekan mata uang lainnya seperti dolar Singapura, yen Jepang, dan dolar Hong Kong. Ketiga mata uang tersebut kompak melemah sebesar 0,01%.

Won Korea Selatan turut mencatatkan pelemahan meskipun dalam skala yang sangat tipis, yakni sebesar 0,003%. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan rupiah terjadi di tengah dinamika pasar regional yang cenderung melemah.

Di sisi lain, terdapat segelintir mata uang yang mampu bertahan di zona hijau bersama rupiah. Peso Filipina menempati posisi kedua di bawah rupiah setelah mencatatkan kenaikan nilai sebesar 0,09%.

Rupee India juga berhasil menguat, meskipun hanya tipis sebesar 0,01% terhadap dolar AS. Secara keseluruhan, pergerakan mata uang di Asia hari ini menunjukkan disparitas yang cukup signifikan di tengah fluktuasi pasar global.

Penguatan rupiah yang signifikan ini menjadi sorotan utama bagi pelaku pasar domestik maupun regional. Hal ini terjadi di tengah antisipasi pasar terhadap berbagai data ekonomi global yang memengaruhi kebijakan moneter internasional.

Selain pergerakan mata uang, dinamika pasar komoditas juga turut menjadi perhatian investor saat ini. Harga emas diketahui sedang bersiap untuk mencatatkan pelemahan mingguan terbesar dalam kurun waktu enam pekan terakhir.

Kombinasi antara pergerakan mata uang dan tren harga emas memberikan gambaran mengenai sentimen investor yang berhati-hati. Pelaku pasar terus mencermati arah kebijakan bank sentral global yang berdampak langsung pada nilai tukar di pasar spot.

Hingga penutupan sesi perdagangan nanti, pasar masih akan memantau apakah rupiah mampu mempertahankan posisinya sebagai pemimpin penguatan di Asia. Stabilitas nilai tukar menjadi indikator penting dalam menjaga iklim investasi domestik di tengah ketidakpastian ekonomi global.