JAKARTA – Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali terkoreksi pada perdagangan Jumat (29/5/2026) pagi. Hingga pukul 09.12 WIB, mata uang Garuda melemah 0,07% ke level Rp 17.859 per dolar Amerika Serikat (AS), dari penutupan sebelumnya di posisi Rp 17.846 per dolar AS.
Kondisi ini menempatkan rupiah dalam tren negatif di tengah variasi pergerakan mata uang kawasan Asia. Rupiah melemah bersama won Korea yang mencatat penurunan terdalam sebesar 0,51%. Selain itu, dolar Singapura, yen Jepang, dan dolar Hong Kong juga terpantau berada di zona merah dengan pelemahan tipis.
Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia justru mampu mencatatkan penguatan terhadap dolar AS. Peso Filipina memimpin penguatan dengan kenaikan 0,29%, disusul oleh ringgit Malaysia, baht Thailand, dolar Taiwan, dan yuan China.
Tekanan terhadap mata uang Asia, termasuk rupiah, sejalan dengan penguatan indeks dolar AS. Pagi ini, indeks yang mengukur nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia tersebut berada di level 99,03, sedikit naik dari posisi sebelumnya di angka 99,02.







