Regulasi

Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.859 per Dolar AS Jumat Pagi

184
×

Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.859 per Dolar AS Jumat Pagi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali terkoreksi pada perdagangan Jumat (29/5/2026) pagi. Hingga pukul 09.12 WIB, mata uang Garuda melemah 0,07% ke level Rp 17.859 per dolar Amerika Serikat (AS), dari penutupan sebelumnya di posisi Rp 17.846 per dolar AS.

Kondisi ini menempatkan rupiah dalam tren negatif di tengah variasi pergerakan mata uang kawasan Asia. Rupiah melemah bersama won Korea yang mencatat penurunan terdalam sebesar 0,51%. Selain itu, dolar Singapura, yen Jepang, dan dolar Hong Kong juga terpantau berada di zona merah dengan pelemahan tipis.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia justru mampu mencatatkan penguatan terhadap dolar AS. Peso Filipina memimpin penguatan dengan kenaikan 0,29%, disusul oleh ringgit Malaysia, baht Thailand, dolar Taiwan, dan yuan China.

Tekanan terhadap mata uang Asia, termasuk rupiah, sejalan dengan penguatan indeks dolar AS. Pagi ini, indeks yang mengukur nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia tersebut berada di level 99,03, sedikit naik dari posisi sebelumnya di angka 99,02.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Tekanan di pasar keuangan domestik masih membayangi kinerja industri reksadana. Di tengah pelemahan pasar saham dan meningkatnya volatilitas nilai tukar rupiah, manajer investasi memilih memperkuat kualitas portofolio melalui seleksi emiten berbasis fundamental guna menjaga kinerja reksadana saham hingga kuartal III 2026. Baca Juga: Rupiah Masih Rentan, Berisiko Tembus Rp 19.000 per Dolar AS di Akhir Juni 2026 Berdasarkan…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Pasar keuangan domestik saat ini masih menghadapi tekanan yang cukup besar. Di pasar saham, misalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah merosot sekitar 35,3% sejak awal tahun 2026 ke level 5.594,76. Tekanan juga terjadi di pasar keuangan secara lebih luas seiring pelemahan nilai tukar rupiah yang kini berada di kisaran Rp 18.000 per dolar AS. Dalam situasi yang penuh tantangan seperti saat ini, investor tampaknya…