Tutup
Regulasi

Saham Paling Banyak Dijual Asing 2025: Daftar Lengkap & Analisis

320
×

Saham Paling Banyak Dijual Asing 2025: Daftar Lengkap & Analisis

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025 dengan lonjakan sebesar 22,13% secara year-to-date, bahkan beberapa kali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high).

Penguatan IHSG di tahun 2025 didorong oleh dominasi investor domestik yang mencapai 64%, sementara kontribusi investor asing sebesar 36%.

Meskipun demikian, sepanjang tahun 2025, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 17,34 triliun.

Tren positif IHSG berlanjut hingga tahun 2026. Pada perdagangan Jumat (2/1/2026), IHSG kembali menguat 1,17% dan mencapai level 8.748,13.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa meskipun terjadi net sell yang signifikan di tahun 2025, investor asing kembali mencatatkan net buy sebesar Rp 36,23 triliun pada semester II-2025. Hal ini mencerminkan pulihnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi nasional dan kinerja perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Berdasarkan data RTI selama tahun 2025, berikut adalah 10 saham yang paling banyak dijual oleh investor asing (net sell):

1. Bank Central Asia (BBCA) Rp 28,2 triliun
2. Bank Mandiri (BMRI) Rp 13,3 triliun
3. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp 9,3 triliun
4. Adaro Energy Indonesia (ADRO) Rp 4,9 triliun
5. XL Axiata (EXCL) Rp 4,8 triliun
6. Bank Negara Indonesia (BBNI) Rp 4,3 triliun
7. Bumi Resources (BUMI) Rp 4,3 triliun
8. Kalbe Farma (KLBF) Rp 2,6 triliun
9. Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) Rp 2,5 triliun
10. Elang Mahkota Teknologi (EMTK) Rp 2,2 triliun.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Pergerakan harga emas terpantau mengalami fluktuasi sejak awal tahun 2026. Meski begitu, emas masih menjadi salah satu portofolio investasi yang dipilih investor. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas dunia pada 2 Januari di level sekitar US$ 4.300 per troy ons. Lalu pada 28 Januari harga sempat menyentuh sekitar US$ 5.400 per troy ons. Berikutnya pada 23 Maret 2026 harga bergerak ke level sekitar US$ 4.400 per…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), sejalan dengan sentimen positif dari bursa global. Berdasarkan data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG naik 1,04% atau 79,284 poin ke level 7.702,870. Sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun. Baca Juga: Rupiah Dibuka…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Kamis (16/4/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.888.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (15/4/2026) yang berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.674.000 per gram. Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…