Tutup
Regulasi

Saham Rekomendasi Analis: Saat Dana Asing Tinggalkan Pasar Saham

397
×

Saham Rekomendasi Analis: Saat Dana Asing Tinggalkan Pasar Saham

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Arus keluar dana investor asing dari pasar saham Indonesia kian deras. Dalam sepekan terakhir, investor asing mencatat aksi jual bersih (net sell) fantastis senilai Rp 8,07 triliun. Peningkatan penjualan ini terjadi bertepatan dengan pengumuman perombakan kabinet Presiden Prabowo Subianto yang juga mengganti posisi Menteri Keuangan pada Senin (8/9/2025).

Angka net sell tersebut menambah total penarikan dana asing sejak awal tahun hingga kini menjadi Rp 60,22 triliun. Pada perdagangan Rabu (10/9), saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi emiten yang paling banyak dilepas dengan nilai jual bersih mencapai Rp 251,71 miliar. Menyusul di belakangnya adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan net sell sebesar Rp 134,16 miliar. Empat bank besar lain juga masuk daftar jual investor asing dalam sepekan terakhir.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menjelaskan tiga faktor utama memicu keluarnya dana asing. Pertama, ketidakpastian arah kebijakan pasca perombakan kabinet, khususnya dari Menteri Keuangan yang baru.

Kedua, kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi yang berjalan lambat karena dampak pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) belum terasa. Faktor ketiga adalah meningkatnya tensi geopolitik global.

Kondisi ini mendorong investor mengalihkan dana mereka ke aset aman seperti emas, sehingga mengurangi porsi investasi pada aset berisiko tinggi.

Senada, CEO Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo menambahkan, investor asing juga masih memantau kondisi fiskal Indonesia. Indikator yang dicermati meliputi inflasi, pergerakan nilai tukar rupiah, dan daya beli masyarakat. Situasi ini membuat mereka memilih sikap “wait and see”.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, memperkirakan arus keluar dana asing akan berlanjut dalam jangka pendek. Namun, peluang masuknya kembali dana asing (inflow) tetap terbuka di akhir tahun. Ini terutama jika pemerintah konsisten menjalankan program yang dijanjikan dan terjadi pemangkasan suku bunga acuan.

Nico Demus menilai, pemangkasan suku bunga acuan bisa menjadi “obat penghibur” bagi pelaku pasar. Jika Federal Reserve (The Fed) juga memangkas suku bunganya, dana asing berpotensi kembali masuk ke pasar berkembang (emerging market) termasuk Indonesia, asalkan kondisi sosial-politik tetap stabil.

Oktavianus Audi turut mengingatkan bahwa secara historis, peluang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di bulan September hanya 20% dalam 10 tahun terakhir. Oleh karena itu, ia menyarankan investor untuk bermain aman di jangka panjang dengan memilih emiten yang sensitif terhadap suku bunga.

Untuk jangka pendek, sektor energi dinilai menarik seiring siklus tematik. Audi merekomendasikan saham BBRI dengan target harga Rp 4.250, TLKM (Rp 3.240), dan BBCA (Rp 10.800). Ia juga menyarankan aksi *trading buy* untuk saham RAJA dengan target Rp 3.300 per saham.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) akhirnya memutuskan jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Kali ini pihaknya menjadwalkan RUPSLB pada Selasa, 23 Juni 2026 pukul 14.00 WIB. Jadwal tersebut mundur dari rencana semula pada tanggal 11 Juni 2026. RUPSLB ini akan membahas rencana MDKA yang akan melaksanakan aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) IV…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang paruh kedua tahun 2026. Meski berbagai langkah stabilisasi telah ditempuh oleh Bank Indonesia (BI), sejumlah ekonom menilai penguatan rupiah secara berkelanjutan masih menghadapi tantangan besar dari faktor eksternal maupun domestik. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,20% secara harian ke level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memberikan tanggpan atas dampak rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam (SDA). Melalui beleid tersebut, aktivitas ekspor sejumlah komoditas SDA bakal melalui satu pintu. Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia, Ranty Astari Rachman mengatakan, pihaknya memahami bahwa pemerintah berencana menerbitkan PP Tata Kelola Ekspor SDA untuk memperkuat tata kelola…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks selama sepekan lalu masih menjadi saham yang paling banyak dijual asing. Aksi jual asing tersebut membuat pergerakan saham emiten big banks kompak ikut menurun. Diantara saham big banks yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), saham yang turun paling tajam adalah saham…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) akan berganti kepemilikan. Perusahaan yang bergerak di bidang industries barang dari plastik untuk pengemasan ini menjelaskan, rencana tersebut setelah pihaknya mengetahui bahwa pemegang saham pengendali lama telah menandatangani perjanjian untuk menjual seluruh sahamnya. “Kami sampaikan bahwa pada hari Senin, 25 Mei 2026, telah dilakukan penandatanganan Pengikatan Jual Beli…