Tutup
Regulasi

S&P 500 Mendekati 7.000: Wall Street Optimis Akhir Tahun Cerah

180
×

S&P 500 Mendekati 7.000: Wall Street Optimis Akhir Tahun Cerah

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Pasar saham Amerika Serikat (AS) bersiap menutup tahun 2025 dengan optimisme tinggi. Indeks-indeks utama di Wall Street terus mencetak rekor dan membidik level psikologis baru.

Indeks S&P 500 mencetak rekor penutupan pada hari Rabu, menjelang libur Natal, dan kini hanya berjarak sekitar 1% dari level 7.000.

Sepanjang Desember, pasar saham AS menunjukkan ketahanan setelah sempat diguncang kekhawatiran terhadap belanja kecerdasan buatan (AI) di sektor teknologi.

Jika tren positif ini berlanjut hingga akhir bulan, S&P 500 berpotensi mencatatkan kenaikan selama delapan bulan berturut-turut, sebuah rekor terpanjang sejak 2017-2018.

Sentimen positif ini didukung oleh momentum pasar yang kuat dan keyakinan bahwa, tanpa kejadian eksternal yang signifikan, arah pergerakan saham masih akan cenderung naik.

Pekan ini, perhatian investor akan tertuju pada rilis risalah rapat Federal Reserve (The Fed) terbaru.

Selain itu, penyesuaian portofolio di akhir tahun berpotensi memicu volatilitas, terutama karena volume transaksi yang relatif tipis.

Memasuki tahun 2026, fokus utama investor adalah arah kebijakan suku bunga The Fed.

Bank sentral AS telah memangkas suku bunga acuan sebanyak 75 basis poin dalam tiga pertemuan terakhir di tahun 2025, sehingga berada di kisaran 3,50%-3,75%.

Namun, keputusan pemangkasan 25 basis poin pada rapat 9-10 Desember lalu diwarnai perbedaan pendapat, dan proyeksi suku bunga ke depan di antara para pembuat kebijakan pun masih bervariasi.

Investor juga mencermati rencana Presiden Donald Trump untuk menunjuk pengganti Jerome Powell sebagai Ketua The Fed, yang masa jabatannya berakhir pada Mei mendatang.

Setiap sinyal terkait keputusan tersebut berpotensi memengaruhi pasar.

Hingga saat ini, S&P 500 telah naik hampir 18% sepanjang tahun 2025, sementara Nasdaq Composite melonjak sekitar 22%.

Namun, sektor teknologi yang menjadi motor utama reli pasar selama lebih dari tiga tahun terakhir mulai kehilangan momentum.

Sebaliknya, sektor lain seperti keuangan, transportasi, kesehatan, dan saham berkapitalisasi kecil justru mencatatkan kinerja yang solid.

Pergeseran ini mengindikasikan adanya rotasi ke sektor dengan valuasi yang dinilai lebih moderat.

Keyakinan investor terhadap fundamental ekonomi AS yang solid juga turut mendukung sentimen positif di pasar.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak tinggi pada Sabtu (10/1/2026). Mengutip situs Logam Mulia, Sabtu (10/1/226), harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.602.000. Harga emas Antam itu melejit Rp 25.000 jika dibandingkan dengan harga pada Jumat (9/1/2026) yang berada di level Rp 2.577.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Indeks utama bursa saham Wall Street ditutup menguat di akhir pekan ini, Jumat (9/1/2026). Indeks S&P 500 bahkan menguat ke penutupan tertinggi sepanjang masa alias all time high didorong oleh saham Broadcom dan produsen chip lainnya. Jumat (9/1/2026), indeks S&P 500 naik 0,65% dan mengakhiri sesi di level 6.966,28. Nasdaq menguat 0,82% menjadi 23.671,35, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,48% menjadi…