Regulasi

Strategi Alfamidi Bertahan di Tengah Pembatasan Ritel Modern Pedesaan

117
×

Strategi Alfamidi Bertahan di Tengah Pembatasan Ritel Modern Pedesaan

Sebarkan artikel ini

TANGERANG – PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) membidik ekspansi bisnis yang agresif dengan rencana membuka 200 gerai baru sepanjang 2026. Untuk memuluskan langkah tersebut, perseroan menyiapkan belanja modal (*capital expenditure*/capex) sebesar Rp1,5 triliun.

Corporate Secretary PT Midi Utama Indonesia Tbk, Suantopo Po, mengungkapkan bahwa kebutuhan dana tersebut akan difokuskan untuk pengembangan jaringan gerai. Pernyataan ini disampaikan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Alfa Tower, Alam Sutera, Tangerang, Kamis (4/6/2026).

Hingga akhir 2025, Alfamidi telah mengoperasikan total 2.587 gerai yang tersebar di berbagai pulau, mulai dari Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, hingga Maluku dan Papua. Portofolio tersebut terdiri dari 2.503 gerai Alfamidi, 80 gerai Alfamidi Super, dan 4 gerai Midi Fresh.

Terkait isu pembatasan ritel modern di wilayah pedesaan, perusahaan memastikan kebijakan tersebut tidak mengganggu operasional bisnis mereka. Corporate Legal & Compliance Director PT Midi Utama Indonesia Tbk, Afid Hermeily, menjelaskan bahwa fokus utama Alfamidi selama ini adalah wilayah perkotaan.

“Melihat konsep bisnis kami yang banyak berada di perkotaan dan tidak menyasar wilayah pedesaan, pembatasan tersebut saat ini belum berdampak terhadap perseroan,” ujar Afid.

Meskipun demikian, Alfamidi tetap berkomitmen untuk mematuhi regulasi yang ditetapkan, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Afid menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan lokal menjadi prioritas perseroan mengingat karakteristik tiap daerah yang berbeda.

Terkait inisiatif pemerintah seperti pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, manajemen Alfamidi menyatakan dukungannya. Perusahaan menilai bahwa setiap pelaku usaha memiliki segmentasi dan target pasar yang unik, sehingga keberadaannya dapat saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Saat disinggung mengenai potensi kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau Koperasi Desa Merah Putih, pihak manajemen memberikan respons diplomatis. Alfamidi menegaskan prinsipnya untuk selalu mendukung kebijakan pemerintah dan tetap tunduk pada aturan yang berlaku.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) angkat bicara soal kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Corporate Secretary T Indoritel Makmur Internasional Tbk Kiki Yanto Gunawan mengatakan model usaha KDMP memiliki segmen dan karakteristik tersendiri sehingga belum berdampak secara langsung terhadap kegiatan usaha entitas asosiasi DNET. Selain itu, industri ritel modern nasional masih memiliki potensi pertumbuhan…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot makin tertekan pada perdagangan tengah hari ini. Kamis (4/6/2026), rupiah berada di level Rp 18.043 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah 0,42% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.967 per dolar AS. Pergerakan rupiah ini berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang di Asia. Pada perdagangan intraday, rupiah sempat berada di level Rp 18.047 per…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tertekan di awal perdagangan hari ini. Kamis (4/6/2026) pukul 09.08 WIB, IHSG melemah 77,029 poin atau 1,3% ke 5.864,037. Pelemahan IHSG ini disokong seluruh indeks sektoral. Sektor dengan pelemahan terdalam dicetak IDX Sektor Barang Baku yang anjlok 2,37% di awal perdagangan. Berikutnya ada IDX Sektor Perindustrian, IDX Sektor Infrastruktur, IDX Sektor Barang Konsumen Primer…