Regulasi

Strategi Importir Hadapi Rupiah Melemah dengan Efisiensi Jam Kerja

121
×

Strategi Importir Hadapi Rupiah Melemah dengan Efisiensi Jam Kerja

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kini menembus level Rp18.000 mulai memukul sektor industri impor. Dampaknya, para pengusaha terpaksa mengambil langkah efisiensi ekstrem, termasuk pengurangan jam kerja karyawan demi menekan beban operasional yang membengkak.

Ketua Umum Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI), Subandi, mengungkapkan bahwa sejumlah anggotanya telah mulai menurunkan ritme produksi. Perusahaan yang sebelumnya menerapkan sistem tiga sif kerja, kini terpaksa memangkasnya menjadi dua sif.

Para importir kini berada dalam posisi terjepit lantaran kurs rupiah terus mendekati level psikologis Rp19.000 per dolar AS. Angka ini dinilai jauh melampaui ambang batas toleransi operasional dunia usaha, mengingat pada awal tahun nilai tukar masih berada di kisaran Rp16.000.

Subandi menjelaskan, batas aman ideal bagi importir berada di kisaran Rp15.500 hingga Rp15.800 per dolar AS. Menurutnya, jika nilai tukar menyentuh Rp19.000, pelaku usaha akan sangat kesulitan melanjutkan produksi maupun mendatangkan barang dari luar negeri.

Lonjakan nilai tukar ke level Rp19.000 setara dengan kenaikan biaya modal sebesar 20 persen. Sebagai gambaran, modal Rp100 miliar yang dulunya cukup untuk mendatangkan volume barang tertentu, kini membengkak menjadi Rp120 miliar. Selain itu, beban pajak dan biaya logistik juga ikut terkerek naik, yang pada akhirnya menekan arus kas perusahaan.

Kondisi sulit ini memaksa pengusaha mempertimbangkan kenaikan harga jual produk. Namun, pilihan tersebut menjadi dilema karena daya beli masyarakat yang masih lemah. Jika pelemahan rupiah terus berlanjut, Subandi tidak menampik kemungkinan adanya langkah efisiensi yang lebih drastis, mulai dari merumahkan karyawan hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Menanggapi situasi ini, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menyatakan terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa pihaknya mempererat koordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk menyelaraskan kebijakan moneter dan fiskal.

Koordinasi tersebut difokuskan untuk saling mendukung dalam langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah gejolak pasar global. Pemerintah berkomitmen memastikan kebijakan yang diambil dapat menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Tren pemanfaatan teknologi blockchain terus berkembang, termasuk menghadirkan platform prediksi berbasis aset digital. Salah satu model yang mulai berkembang adalah outcomes market. Ini adalah platform yang memungkinkan pengguna memprediksi hasil suatu peristiwa dan memperoleh imbalan apabila prediksinya tepat. Memanfaatkan konsep tersebut, platform perdagangan kripto global, OKX meluncurkan The Beautiful Game, sebuah…

Regulasi

Jakarta, IDN Times – Bank Indonesia (BI) menyiapkan penyesuaian remunerasi atau bunga yang diberikan kepada pemerintah sebagai bagian dari upaya menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan langkah itu dilakukan melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap ditempatkan di BI. Hal itu disampai…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada akhir perdagangan Jumat (5/6/2026). IHSG ditutup merosot 245,02 poin atau 4,2% ke level 5.594, memperpanjang tren pelemahan pasar saham domestik di tengah meningkatnya sentimen negatif. Dalam sepekan terakhir, IHSG tercatat turun hingga 8,73%. Penurunan tajam tersebut juga dibarengi dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp 13,78…