Regulasi

Strategi Investasi: Tips Jitu dari Dirut Abadi Lestari, Edwin Pranata

361
×

Strategi Investasi: Tips Jitu dari Dirut Abadi Lestari, Edwin Pranata

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Di tengah pasar keuangan yang bergejolak, Direktur Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), Edwin Pranata, tetap teguh dengan strategi investasi jangka panjang. Ia percaya, kunci sukses berinvestasi terletak pada fokus terhadap fundamental perusahaan dan pengelolaan risiko yang terukur.

Edwin menekankan pentingnya horizon investasi minimal dua tahun. Dengan begitu, potensi pertumbuhan investasi dapat terealisasi optimal.

“Horizonnya bisa dua tahun minimal atau bahkan lebih,” ujarnya.

Lebih lanjut, Edwin juga menekankan pemahaman mendalam terhadap instrumen investasi yang dipilih. Menurutnya, ini penting agar keputusan investasi dapat diambil secara terukur.

Filosofi investasi jangka panjang ini lahir dari pengalamannya di pasar modal. Ia mengaku sebagai investor dengan profil risiko *moderate to high risk*, namun bukan tipe investor jangka pendek.

Selain valuasi dan fundamental tradisional, Edwin juga mempertimbangkan tren pasar, likuiditas, dan potensi pertumbuhan.

Ketertarikan Edwin pada investasi berawal dari pendidikannya di bidang keuangan. Ia mulai aktif berinvestasi saham pada tahun 2015, dengan fokus awal pada sektor perbankan domestik yang dinilai stabil.

Pengalaman paling berkesan didapat saat pandemi Covid-19, ketika ia berinvestasi pada saham perbankan digital. “Awalnya hanya iseng melihat tren, tapi pergerakan bank digital luar biasa. Portofolio naik lebih dari seribu persen,” ungkapnya.

Saat ini, Edwin mengelola portofolio yang terdiversifikasi. Alokasinya meliputi 60% saham, 15% properti, dan 25% investasi pada barang eksotis.

Bagi investor pemula, Edwin berpesan agar berani memulai investasi, meski dengan nominal kecil. Ia juga mengingatkan untuk memahami risiko sebelum mengikuti tren dan membangun pola pikir jangka panjang.

“Investasi itu maraton, bukan lomba jarak pendek. Jangan berharap hasil instan,” tegasnya.

Di luar instrumen keuangan, Edwin berpendapat bahwa investasi terpenting adalah pada diri sendiri, atau yang disebutnya investasi ‘leher ke atas’.

Menurutnya, nilai terbesar dari investasi adalah peningkatan kualitas diri, termasuk kesehatan, pengetahuan, dan pola pikir.

Kesehatan adalah fondasi utama, karena tanpa kondisi fisik dan mental yang baik, seseorang sulit berpikir jernih.

Pengetahuan menjadi modal penting untuk bersaing, sementara pola pikir menentukan cara menghadapi risiko dan ketidakpastian pasar.

Edwin meyakini, keberhasilan seorang investor lebih ditentukan oleh cara berpikir dan karakter dalam menghadapi dinamika pasar, bukan semata-mata instrumen yang dipilih.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Jakarta.Pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona hijau pada awal Juni 2026. Investor perlu mencermati sejumlah saham berikut yang akan cum dividen mulai hari ini, Rabu 3 Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa 2 Juni 2026 ditutup di level 6.195,43 naik 1,11% atau 68,05 poin secara harian. Kenaikan ini merupakan awal yang positif karena pada Mei 2026, IHSG tertekan hingga turun tajam,…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada awal Juni 2026 setelah mengalami tekanan pada penghujung Mei. Pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), IHSG menguat 1,11% atau naik 67,85 poin ke level 6.195,42. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun RTI, pergerakan IHSG sepanjang hari berada di zona hijau. Baca Juga: SumbarSumbarbisnis.com Sell Rp 518 Miliar Saat IHSG Menguat, Cek SumbarSumbarbisnis.com Sell…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 189 miliar atau setara 62,6% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini telah disepakati perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini, Selasa (2/6/2026). Dividen tunai tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham yaitu sebanyak 2,7 miliar saham, sehingga setiap saham akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp…