Tutup
Regulasi

Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris Utama, Bank BJB Tebar Dividen Rp900 Miliar

76
×

Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris Utama, Bank BJB Tebar Dividen Rp900 Miliar

Sebarkan artikel ini

BANDUNG – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) resmi membagikan dividen sebesar Rp900 miliar atau setara Rp85,54 per saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut menjadi sorotan utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa (28/4/2026).

Selain pembagian dividen, RUPST menghasilkan perombakan signifikan pada susunan pengurus perusahaan. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, ditunjuk sebagai Komisaris Utama Independen, sementara Ayi Subarna resmi diangkat menjadi Direktur Utama bank bjb.

Pengangkatan Susi Pudjiastuti, yang saat ini masih menunggu persetujuan regulator, diharapkan mampu memperkuat tata kelola dan meningkatkan kepercayaan pasar. Susi mengaku optimistis meski sektor perbankan merupakan bidang baru baginya.

“Saya seorang pengusaha yang terbiasa mengelola keuangan. Saya yakin pengalaman tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi bank bjb,” ujar Susi usai rapat.

Di sisi lain, Ayi Subarna menggantikan posisi Direktur Utama yang lowong pasca meninggalnya Yusuf Saadudin pada November 2025 lalu. Sebelumnya, Ayi menjabat sebagai Direktur Operasional dan Teknologi Informasi.

Selain posisi puncak, RUPST juga menyetujui pengangkatan sejumlah jajaran direksi baru, yakni Asep Dani Fadillah sebagai Direktur Kepatuhan, Herfinia sebagai Direktur Operasional, serta Muhammad As’adi Budiman sebagai Direktur Teknologi Informasi. Selain itu, Kepala BPK Jawa Barat, Eydu Oktain Panjaitan, didapuk sebagai Komisaris Independen.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemilihan pengurus baru ini didasarkan pada integritas individu. Perombakan ini menjadi babak baru bagi bank bjb setelah sebelumnya sempat membatalkan pengangkatan beberapa tokoh publik pada RUPSLB April 2025 lalu.

Dari sisi kinerja keuangan, bank bjb mencatatkan total aset sebesar Rp221,3 triliun sepanjang 2025. Angka ini mengukuhkan posisi bank bjb sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbesar di Indonesia, yang ditopang oleh ekspansi kredit serta penguatan layanan digital.

Analis perbankan menilai pembagian dividen dalam jumlah besar merupakan sinyal positif terkait kesehatan fundamental perusahaan. Kendati demikian, tantangan ke depan bagi jajaran direksi baru adalah menjaga keseimbangan antara memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan menyediakan ruang bagi ekspansi kredit ke sektor riil, khususnya bagi pelaku UMKM.

Ayi Subarna menegaskan, kepengurusan baru ini berkomitmen untuk melakukan perbaikan berkelanjutan. “Kami ingin tata kelola diperbaiki. Sinergi ini adalah tantangan bagi kami untuk memberikan yang terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Ayi.

Regulasi

Banyak orang merasa sudah cukup bekal saat masuk ke dunia saham karena sudah membaca buku, mengikuti kelas, atau menonton berbagai konten edukasi. Namun kenyataannya, pengetahuan saja tidak selalu menjamin hasil yang sesuai harapan. Ada jarak yang cukup jauh antara memahami teori dan menerapkannya dalam kondisi pasar yang penuh tekanan. Sering kali…