Tutup
EkonomiInvestasiNews

THR Datang: Lunasi Utang, Sisihkan Dana Darurat, Investasi?

236
×

THR Datang: Lunasi Utang, Sisihkan Dana Darurat, Investasi?

Sebarkan artikel ini
pakar-keuangan:-jangan-sampai-bebas-utang-tapi-kehabisan-uang-gara-gara-thr
Pakar Keuangan: Jangan sampai Bebas Utang tapi Kehabisan Uang Gara-gara THR

Jakarta – Perencana keuangan, Rista Zwestika, mengimbau masyarakat untuk bijak mengelola tunjangan Hari Raya (THR) di tengah ketidakpastian ekonomi global. Prioritaskan pelunasan utang, terutama yang berbunga tinggi.

Rista menjelaskan, utang dengan bunga tinggi seperti kartu kredit, paylater, dan pinjaman konsumtif sebaiknya didahulukan.

“Utang mahal seperti kartu kredit, paylater, pinjaman konsumtif bunga tinggi, sebaiknya dilunasi terlebih dahulu,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).

Namun, Rista mengingatkan, pelunasan utang bukan satu-satunya prioritas. Menjaga likuiditas juga penting dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti.

“Tidak selalu harus dilunasi dengan THR. Dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti, menjaga likuiditas juga penting. Karena itu, saya sering menyampaikan prinsip, ‘Jangan sampai bebas utang, tapi kehabisan uang’,” tegasnya.

Sebagian dana THR, menurut Rista, sebaiknya disisihkan sebagai dana darurat untuk berjaga-jaga dalam situasi ekonomi yang tidak menentu.

Pemerintah sendiri telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/3/HK.04.00/III/2026 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2026 bagi Pekerja/buruh di perusahaan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan,pemberian THR merupakan kewajiban pengusaha yang harus ditunaikan.

Rista juga menyarankan masyarakat untuk menggunakan prinsip 3P dalam mengelola THR: Prioritas, Proteksi, dan Perayaan.

Prioritas, yaitu memenuhi kebutuhan utama terkait perayaan Idul Fitri seperti membayar zakat, mudik, dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Proteksi, yaitu menyisihkan sebagian THR untuk dana darurat. “Jika dana darurat belum ideal dengan minimal 6-12 bulan dari pendapatan,maka sebagian THR memang sebaiknya dialokasikan untuk memperkuat dana darurat,” jelasnya.

Terakhir, Perayaan, yaitu merayakan hari raya dengan bijak dan sesuai kemampuan.Di tengah kondisi geopolitik yang menegang, Rista juga menyarankan agar sebagian dana THR diinvestasikan pada aset dengan nilai stabil dan risiko rendah seperti emas, surat Berharga negara (SBN), dan reksa dana.