Tutup
Regulasi

TOBA Buyback Saham: Analis Ungkap Rekomendasi dan Strategi Investasi

197
×

TOBA Buyback Saham: Analis Ungkap Rekomendasi dan Strategi Investasi

Sebarkan artikel ini

Jakarta – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) hingga 825.740.293 lembar, atau setara dengan 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Aksi korporasi ini diperkirakan menelan dana hingga Rp586,27 miliar.

Buyback saham TOBA dijadwalkan berlangsung mulai 25 Desember 2025 hingga 24 Maret 2026.

Manajemen TOBA menjelaskan bahwa tujuan buyback ini adalah untuk menjaga kepercayaan investor, memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal, meningkatkan nilai pemegang saham, dan menjaga stabilitas harga saham di tengah kondisi pasar yang kurang kondusif.

Dana untuk buyback akan berasal dari kas internal perusahaan dan tidak akan mengganggu kemampuan keuangan TOBA dalam memenuhi kewajiban yang jatuh tempo.

Menurut Founder Republik Investor, Hendra Wardana, rencana buyback TOBA merupakan salah satu aksi korporasi paling agresif di sektor energi pada akhir 2025 hingga awal 2026.

Langkah ini dinilai memberikan dukungan struktural terhadap harga saham karena mengurangi jumlah saham beredar dan berpotensi meningkatkan *earning per share* (EPS).

Selain itu, buyback ini juga mencerminkan kepercayaan diri manajemen terhadap valuasi saham TOBA yang dianggap belum mencerminkan nilai fundamental dan arah transformasi bisnis perseroan.

“Bagi investor jangka menengah-panjang, buyback dapat menjadi *confidence booster*, terutama di tengah fase transisi TOBA dari bisnis berbasis batu bara menuju energi bersih dan pengelolaan lingkungan,” kata Hendra.

Namun, Hendra mengingatkan bahwa prospek saham TOBA pasca buyback akan sangat bergantung pada kinerja fundamental di tahun 2026.

Sebagai informasi, sepanjang sembilan bulan pertama 2025, pendapatan konsolidasian TOBA tercatat sebesar US$ 288,2 juta, turun 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

TOBA juga menderita rugi bersih US$ 127,37 juta per September 2025, berbanding terbalik dengan laba bersih US$ 34,83 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, Hendra melihat kondisi ini sebagai biaya transisi menuju model bisnis yang lebih berkelanjutan.

Kinerja TOBA pada tahun 2026 berpotensi lebih baik seiring dengan kontribusi penuh dari segmen pengelolaan limbah dan solusi lingkungan, serta stabilisasi struktur keuangan pasca *refinancing* melalui penerbitan obligasi.

Kombinasi buyback dan penataan liabilitas ini dinilai memberikan ruang bagi TOBA untuk menata ulang neraca dan arus kas secara lebih sehat.

Sentimen positif juga didorong oleh tren global yang semakin mendukung bisnis hijau dan ekonomi sirkular, sehingga berpotensi membuka akses pendanaan lebih murah dan memperluas basis investor institusi.

Dari perspektif teknikal, saham TOBA saat ini masih berada dalam fase *downtrend*.

Hendra merekomendasikan *speculative buy* atau *buy on weakness* untuk saham TOBA dengan target harga Rp 780 – Rp 820 per saham, dengan catatan level *support* di Rp 640 – Rp 670 per saham mampu bertahan dan buyback terealisasi optimal.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak tinggi pada Sabtu (10/1/2026). Mengutip situs Logam Mulia, Sabtu (10/1/226), harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.602.000. Harga emas Antam itu melejit Rp 25.000 jika dibandingkan dengan harga pada Jumat (9/1/2026) yang berada di level Rp 2.577.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Indeks utama bursa saham Wall Street ditutup menguat di akhir pekan ini, Jumat (9/1/2026). Indeks S&P 500 bahkan menguat ke penutupan tertinggi sepanjang masa alias all time high didorong oleh saham Broadcom dan produsen chip lainnya. Jumat (9/1/2026), indeks S&P 500 naik 0,65% dan mengakhiri sesi di level 6.966,28. Nasdaq menguat 0,82% menjadi 23.671,35, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,48% menjadi…