Tutup
EkonomiEnergiPerbankan

Trump Fokus Iran, Harga BBM AS Terus Meroket

233
×

Trump Fokus Iran, Harga BBM AS Terus Meroket

Sebarkan artikel ini
trump:-perang-iran-lebih-penting-ketimbang-kenaikan-sedikit-harga-bbm
Trump: Perang Iran Lebih Penting Ketimbang Kenaikan Sedikit Harga BBM

Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tidak khawatir dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di negaranya. Kenaikan ini dipicu oleh meluasnya konflik dengan iran.

Trump menegaskan operasi militer AS di Iran adalah prioritas utamanya. Ia juga tidak berencana menggunakan cadangan minyak darurat terbesar di dunia,Strategic Petroleum Reserve (SPR).

“Saya tidak khawatir sama sekali,” ujarnya dalam wawancara dengan Reuters. “Harganya akan turun sangat cepat setelah ini berakhir, dan kalau naik, ya naik saja. Ini jauh lebih penting daripada harga bensin yang naik sedikit.”

Harga minyak global telah melonjak 16 persen sejak konflik dimulai pada 28 Februari lalu. Konflik ini mengganggu pasokan energi dari Timur Tengah.Menurut AAA, organisasi perjalanan AS, rata-rata harga BBM di AS naik 27 sen sejak pekan lalu menjadi US$3,25 per galon. Angka ini 15 sen lebih tinggi dibandingkan setahun lalu.

Trump memperkirakan perang melawan Iran akan berlangsung sekitar 4-5 minggu.

Meskipun Trump meremehkan kenaikan harga BBM, Kepala Staf gedung Putih Susie Wiles dan Menteri Energi Chris Wright telah berkomunikasi dengan para CEO perusahaan minyak. Mereka menjajaki opsi untuk mengatasi lonjakan harga energi.Seorang pejabat gedung Putih mengatakan tim energi dan keamanan nasional tengah bergerak cepat merumuskan langkah untuk menurunkan harga bensin. Wiles memperingatkan kegagalan mengatasi kenaikan harga BBM bisa menjadi ‘bencana’ bagi Partai Republik dalam pemilu.

Menteri Luar Negeri Marco rubio mengatakan pemerintah tengah menyiapkan paket kebijakan untuk mengatasi kenaikan harga energi. Rencana yang diumumkan sejauh ini berupa asuransi risiko bagi kapal tanker minyak yang didukung AS serta kemungkinan pengawalan angkatan laut AS di Selat Hormuz.

Pejabat Gedung Putih juga membahas opsi lain, termasuk libur pajak bensin federal dan pelonggaran aturan lingkungan untuk bahan bakar musim panas.

Pemerintah juga mempertimbangkan kemungkinan pelepasan minyak dari Strategic Petroleum Reserve, tetapi ditolak Trump.

Tiga eksekutif energi melihat gedung Putih memiliki pilihan yang terbatas untuk menekan harga energi.

“Kalau melihat berbagai opsi kebijakan, baik domestik maupun dari negara lain, semuanya bisa membantu tetapi dampaknya tidak besar,” kata salah satu eksekutif energi yang meminta anonim.

“Fokus utama adalah melakukan apa pun yang bisa dilakukan untuk memulihkan kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz,” imbuhnya.

Pengamat politik mengingatkan kenaikan harga BBM yang berkepanjangan bisa merugikan Partai Republik dalam pemilu paruh waktu November mendatang.

Analis menilai para pemilih sudah merasa tidak puas dengan tingginya biaya hidup serta pengelolaan ekonomi oleh Trump.

Para pemimpin Republik di Kongres juga meremehkan kekhawatiran atas kenaikan harga bensin.