Bursa Saham

Wall Street Dibuka Menguat Berkat Lonjakan Saham Amazon

39
×

Wall Street Dibuka Menguat Berkat Lonjakan Saham Amazon

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan indeks saham Wall Street di bursa efek New York yang menunjukkan tren penguatan.
Bursa saham Wall Street dibuka menguat didorong oleh lonjakan harga saham Amazon.

NEW YORK – Bursa saham Amerika Serikat dibuka menguat pada perdagangan Jumat (31/7/2026), didorong oleh lonjakan signifikan saham Amazon pasca rilis laporan keuangan yang melampaui ekspektasi. Sentimen positif ini berhasil meredam kekhawatiran investor mengenai besarnya pengeluaran perusahaan teknologi di sektor kecerdasan buatan (AI).

Indeks Nasdaq Composite memimpin penguatan dengan kenaikan 218,5 poin atau 0,87% ke level 25.340,71. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,33% ke posisi 7.462,13 dan Dow Jones Industrial Average naik 0,05% ke level 52.235,03.

Saham Amazon melonjak sekitar 12% setelah perusahaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan kuartalan tertinggi dalam empat tahun terakhir. Kinerja ini menegaskan bahwa layanan komputasi awan dan infrastruktur AI telah menjadi motor utama pertumbuhan bisnis perusahaan.

Keberhasilan Amazon mengikuti jejak Microsoft dan Alphabet yang sebelumnya melaporkan hasil serupa. Hal ini meningkatkan kepercayaan pasar bahwa investasi besar-besaran di bidang AI mulai memberikan imbal hasil nyata bagi profitabilitas perusahaan.

Chief Executive Officer 50 Park Investments, Adam Sarhan, menyatakan bahwa pasar kini lebih mengutamakan prospek pertumbuhan jangka panjang. Menurutnya, pertumbuhan bisnis yang konsisten mampu mengompensasi tekanan pada arus kas bebas perusahaan.

Namun, laju penguatan pasar tertahan oleh pelemahan saham Apple yang terkoreksi sekitar 7,8%. Perusahaan tersebut memberikan peringatan mengenai keterbatasan pasokan komponen yang berpotensi menghambat pertumbuhan penjualan ke depan.

Kondisi pasokan ini memicu spekulasi mengenai potensi kenaikan harga produk iPhone bagi konsumen. Selain Apple, saham Microsoft terpantau terkoreksi tipis 0,1% setelah sempat mencatatkan reli historis pada sesi sebelumnya.

Sektor teknologi lainnya menunjukkan performa variatif dengan kenaikan sekitar 1% pada saham Alphabet, Meta, dan Tesla. Di sektor semikonduktor, Nvidia menguat 0,8% sementara Micron Technology mencatatkan kenaikan lebih kuat sebesar 3,6%.

Secara mingguan, ketiga indeks utama Wall Street berada di jalur positif berkat reli dalam dua hari terakhir. Meski demikian, pasar masih mencatat tekanan bulanan yang cukup dalam setelah aksi jual saham AI sepanjang Juli.

Indeks Philadelphia Semiconductor tercatat turun lebih dari 20% selama Juli. Kondisi ini menempatkan sektor tersebut pada risiko penurunan bulanan terbesar sejak krisis keuangan global tahun 2008.

Global Head of Multi-Asset AXA Investment Managers, Laurent Clavel, menilai aksi jual ini merupakan koreksi wajar dari posisi pasar yang terlalu padat. Pihaknya kini mulai kembali mengakumulasi saham bertema AI seiring dengan penurunan harga.

Pelaku pasar juga terus memantau arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas Federal Reserve untuk menahan suku bunga pada pertemuan September kini meningkat menjadi 35%.

Pergerakan saham individual lainnya mencatatkan volatilitas tinggi pada perdagangan hari ini. Saham Monolithic Power Systems melonjak 11% akibat proyeksi pendapatan yang optimis, sementara GoDaddy anjlok 16% setelah memangkas target tahunan.