JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat (AS) melesat tajam pada perdagangan Jumat menyusul kabar dibukanya kembali Selat Hormuz bagi kapal komersial. Keputusan Iran ini menjadi sentimen positif pasar setelah gencatan senjata disepakati antara Israel dan kelompok Hezbollah di Lebanon.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melalui platform X menyatakan bahwa jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz telah kembali beroperasi normal selama masa gencatan senjata 10 hari. Optimisme pasar kian menguat seiring pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membuka peluang tercapainya kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik dengan Iran.
Meski demikian, analis senior FXStreet, Joseph Trevisani, mengingatkan investor agar tetap waspada terhadap konsistensi komitmen Iran ke depannya.
Harga Minyak Anjlok, Saham Transportasi Rebound
Pembukaan kembali jalur logistik vital tersebut memicu penurunan harga minyak mentah secara drastis sebesar 10,6%. Dampaknya, sektor energi di indeks S&P 500 tertekan dengan pelemahan sebesar 4,5%. Saham emiten raksasa energi seperti Exxon Mobil terkoreksi 5% dan Chevron turun 4%.
Sebaliknya, sektor yang sempat terbebani oleh tingginya harga energi kini bangkit. Saham maskapai penerbangan seperti American Airlines dan United Airlines melonjak lebih dari 7%. Sektor pariwisata juga terkena dampak positif, dengan saham Carnival Corporation dan Norwegian Cruise Line Holdings naik di kisaran 8% hingga 8,5%.
Wall Street Cetak Rekor Baru
Indeks utama Wall Street terus menorehkan rekor tertinggi. Indeks volatilitas CBOE turun ke level terendah dalam dua bulan terakhir di angka 17,77, mencerminkan kepercayaan diri investor yang kian meningkat untuk kembali ke aset berisiko.
Jika tren penguatan ini bertahan, indeks Nasdaq berpeluang mencatat reli selama 13 hari berturut-turut, rekor terpanjang sejak Januari 1992. Saat ini, indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq diproyeksikan mencatat kenaikan mingguan selama tiga pekan beruntun. Bahkan, indeks Russell 2000 berhasil mencetak rekor intraday pertamanya sejak konflik AS-Iran mencuat.
Pada pukul 09.45 waktu New York, Dow Jones naik 1,14% ke level 49.136,99. S&P 500 menguat 0,78% menjadi 7.095,87, dan Nasdaq naik 1,05% ke posisi 24.355,07.
Sentimen Saham Individu dan Kebijakan Suku Bunga
Sektor teknologi informasi menjadi motor utama penguatan pasar, diikuti sektor *consumer discretionary* yang melonjak sekitar 2%. Namun, performa saham tidak merata. Saham Netflix anjlok 10,7% akibat proyeksi laba kuartal berjalan yang di bawah ekspektasi pasar, serta pengunduran diri salah satu pendiri, Reed Hastings. Sementara itu, produsen aluminium Alcoa merosot 9% karena kinerja keuangan yang meleset dari estimasi analis.
Di sisi lain, pelaku pasar kini mulai mengantisipasi arah kebijakan moneter Federal Reserve. Peluang pemangkasan suku bunga pada Desember mendatang meningkat pesat ke angka 60%, melonjak dari 20% pada awal sesi perdagangan.
Meredanya ketegangan geopolitik serta normalisasi arus logistik di Selat Hormuz kini menjadi tumpuan harapan pasar global dalam menekan inflasi energi dan memacu pertumbuhan ekonomi dunia.







