Tutup
EkonomiPerbankanTransportasi

Whoosh: Kemenkeu Telaah Utang, Pemerintah Sampaikan Posisi

255
×

Whoosh: Kemenkeu Telaah Utang, Pemerintah Sampaikan Posisi

Sebarkan artikel ini
purbaya-tegaskan-sikap-kemenkeu-soal-utang-whoosh
Purbaya Tegaskan Sikap Kemenkeu soal Utang Whoosh

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas menolak penggunaan APBN untuk membayar utang Kereta Cepat Jakarta-bandung (Whoosh). Penolakan ini disampaikan dalam sebuah briefing di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (14/11).

“Kalau saya,mending enggak bayar (utang Whoosh) saya,” tegas Purbaya.

Meski demikian, Purbaya menjelaskan bahwa pembagian tugas antara Danantara dan Pemerintah Indonesia terkait utang Whoosh belum final.

“Sepertinya, ini belum putus juga, kita akan cenderung membayar jalannya, infrastrukturnya. Rolling stock-nya (gerbong Whoosh) bukan kita, mereka (Danantara) yang nanggung,” jelasnya.Rencana restrukturisasi utang Whoosh pun masih belum menemui titik terang. Purbaya menyatakan akan ikut dalam diskusi restrukturisasi utang dengan pihak China.

“Saya mau lihat, jangan sampai saya rugi-rugi amat, tapi kita lihat yang terbaik buat negara ini,” ujarnya.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengklaim bahwa pihaknya dan pemerintah akan berbagi peran dalam restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Dony menyebut pembagian peran ini telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto.

Danantara akan fokus pada operasional Whoosh, sementara pemerintah menangani infrastruktur.

“Jadi, kami bertanggung jawab secara operasional daripada Whoosh supaya bagaimana lebih optimal lagi memberikan layanan yang lebih baik. Tentu saja, mudah-mudahan ke depannya membawa penumpang lebih banyak lagi,” kata Dony di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (11/11).