Tutup
Teknologi

X Satukan Bookmark, Likes, dan History di iOS

64
×

X Satukan Bookmark, Likes, dan History di iOS

Sebarkan artikel ini
x-bikin-fitur-‘history’,-bookmark,-artikel,-dan-like-terkumpul-di-satu-tempat
X Bikin Fitur ‘History’, Bookmark, Artikel, dan Like Terkumpul di Satu Tempat

Jakarta – Platform media sosial X mulai mengubah cara pengguna menyimpan dan menemukan kembali konten di aplikasi iOS dengan mengganti menu Bookmark menjadi fitur baru bernama History.Pembaruan ini dirancang untuk menghimpun berbagai jenis konten tersimpan dalam satu halaman agar aksesnya lebih ringkas dan praktis.

Lewat History, pengguna tidak perlu lagi membuka beberapa menu berbeda untuk menelusuri ulang konten yang pernah disimpan atau sempat dilihat.X menggabungkan bookmark,likes,video,dan artikel ke dalam satu tab yang berfungsi sebagai pusat arsip aktivitas.

Dari empat kategori itu, bookmark dan likes tetap bergantung pada pilihan manual pengguna. Sementara video dan artikel akan terisi otomatis mengikuti interaksi pengguna di platform.

Seluruh isi History bersifat privat dan hanya bisa diakses oleh pemilik akun. Dengan begitu,fitur ini diposisikan sebagai arsip pribadi yang membantu pengguna mencari ulang konten tanpa harus menyisir linimasa dari awal.Kepala produk X, Nikita Bier, menyebut pembaruan tersebut disiapkan agar pengguna lebih mudah menemukan kembali konten yang pernah mereka konsumsi. Ia menilai pendekatan baru itu lebih efisien karena menyatukan fitur-fitur yang sebelumnya tersebar di menu utama dan halaman profil.

Langkah ini juga memperlihatkan arah X yang kian dekat dengan fungsi peramban. Pengguna kini bisa membuka kembali materi yang sempat lewat, meski tidak sempat disimpan secara manual.

Di sisi lain, kehadiran History ikut menguatkan dorongan X terhadap konten artikel panjang di platformnya. Fitur ini memberi ruang bagi pengguna untuk membangun koleksi konten pribadi yang lebih tertata saat menjelajahi linimasa.

Kemunculan History juga terjadi di tengah perubahan besar ekosistem digital, saat banyak platform menghadapi penurunan trafik ke situs eksternal akibat perubahan algoritma dan makin luasnya penggunaan kecerdasan buatan.