Tutup
News

Omzet Tembus Puluhan Miliar, UMKM Binaan BI Ini Ekspor ke Lima Benua

269
×

Omzet Tembus Puluhan Miliar, UMKM Binaan BI Ini Ekspor ke Lima Benua

Sebarkan artikel ini
omzet-tembus-puluhan-miliar,-umkm-binaan-bi-ini-ekspor-ke-lima-benua
Omzet Tembus Puluhan Miliar, UMKM Binaan BI Ini Ekspor ke Lima Benua

Yogyakarta – Bank Indonesia (BI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro,Kecil,dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satu UMKM yang merasakan dampak positif dari pembinaan BI adalah Indorisakti, perusahaan kerajinan berbasis bahan alami yang berhasil mencatatkan peningkatan omzet signifikan dan ekspansi pasar global.

Windu Sinaga, pemilik Indorisakti, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan BI sejak tahun 2018. Ia mengungkapkan bahwa fasilitasi dari BI telah membantu perusahaannya meningkatkan volume ekspor secara drastis. “Dulu kami hanya kirim satu-dua kontainer per bulan. Setelah difasilitasi BI, kami bisa naik sampai sepuluh kontainer saat pandemi. Karena exposure dan pendampingan itu, kepercayaan diri kami juga ikut naik,” ujarnya pada Kamis (25/6/2025).

Produk-produk kerajinan Indorisakti, yang memanfaatkan bahan-bahan daur ulang seperti enceng gondok, batang pisang, dan akar kayu dari berbagai wilayah di Yogyakarta hingga Jawa Timur, kini telah merambah pasar di lima benua, termasuk Amerika, Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Afrika. Selain itu, jumlah pengrajin mitra yang bekerja sama dengan Indorisakti juga mengalami peningkatan signifikan, dari 50 menjadi lebih dari 600 orang.

salah satu bentuk dukungan krusial dari BI adalah fasilitasi sertifikasi Business Social Compliance Initiative (BSCI) dan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Sertifikasi ini menjadi persyaratan penting untuk memasuki pasar internasional dan memperkuat citra UMKM yang peduli terhadap keberlanjutan. “Kalau kami presentasi ke bank sendiri, prosesnya berat. Tapi dengan BI sebagai kurator, posisi tawar kami jadi lebih kuat,” kata windu.

BI juga memfasilitasi promosi digital melalui pembuatan video profil usaha, e-katalog, serta keikutsertaan dalam pameran berskala internasional seperti IFEX dan New York Now. Windu menambahkan bahwa BI tidak hanya membuka akses pasar, tetapi juga membangun kapasitas strategis pelaku UMKM.”UMKM itu biasanya sibuk produksi.Tapi lewat pembinaan BI, kami belajar berpikir strategis, melihat pasar, dan memprioritaskan investasi jangka panjang seperti solar panel untuk menjaga kualitas produk,” jelasnya.

Meskipun sempat terdampak perang tarif, Windu tetap optimistis dapat mempertahankan performa ekspor tahun ini. Ia berharap pembinaan serupa dapat terus diperluas agar semakin banyak UMKM lokal mampu naik kelas dan menembus pasar global. “Pembinaan ini bukan sekadar dana. Tapi membangun mindset, membuka jaringan, dan memberi keberanian untuk tumbuh lebih besar,” tegasnya.

Sri Darmadi Sudibyo, Kepala Kantor Perwakilan BI DIY, menuturkan bahwa potensi ekspor dari UMKM DIY sangat besar dan akan terus didorong melalui berbagai fasilitasi strategis. “Untuk nilai ekspor, ini kita punya event namanya Grebeg UMKM baru kemarin diselenggarakan bulan April.Yang dilaksanakan pada periode itu saja mencapai rp 7 miliar dari 34 UMKM. Tapi periodenya hanya sampai dengan April 2025. Ada potensi lebih besar dari itu,” ungkapnya.

Bank Indonesia berharap,dengan pertumbuhan dan kreativitas yang dimiliki pelaku UMKM seperti Indorisakti,pengembangan ekonomi daerah akan semakin kuat dan inklusif,serta membuka peluang pasar global bagi lebih banyak pelaku usaha lokal.