Tutup
News

Surplus Dagang Indonesia Januari–Mei 2025 Capai 15,38 Miliar Dolar AS

264
×

Surplus Dagang Indonesia Januari–Mei 2025 Capai 15,38 Miliar Dolar AS

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Kabar baik datang dari neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan surplus signifikan pada periode Januari hingga mei 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus mencapai 15,38 miliar dolar AS, didorong oleh kinerja ekspor yang melampaui impor.

Nilai ekspor Indonesia pada lima bulan pertama 2025 tercatat sebesar 111,98 miliar dolar AS, meningkat 6,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Sementara itu, nilai impor mencapai 96,60 miliar dolar AS, naik 5,45 persen dibandingkan periode yang sama.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS,Pudji Ismartini,menjelaskan bahwa surplus neraca perdagangan ini didukung oleh sektor nonmigas. “Hingga Mei 2025, neraca perdagangan mencatatkan surplus sebesar 15,38 miliar dolar AS. surplus ini ditopang oleh komoditas nonmigas sebesar 23,10 miliar dolar AS, sementara komoditas migas tercatat defisit sebesar 7,72 miliar dolar AS,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Lebih lanjut, Pudji ismartini menambahkan, komoditas nonmigas yang memberikan kontribusi surplus terbesar antara lain lemak dan minyak nabati (HS15), bahan bakar mineral (HS27), serta besi dan baja (HS72). Ia juga menyoroti negara-negara mitra dagang utama yang berkontribusi pada surplus neraca perdagangan Indonesia. “Neraca perdagangan kumulatif menurut negara mitra dagang menunjukkan bahwa tiga negara penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat, India, dan Filipina,” katanya.

Surplus neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat tercatat sebesar 7,08 miliar dolar AS, dengan India sebesar 5,3 miliar dolar AS, dan dengan Filipina sebesar 3,69 miliar dolar AS. Meskipun demikian, Pudji Ismartini juga mengungkapkan adanya defisit dengan beberapa negara. “Sedangkan negara penyumbang defisit terbesar adalah China sebesar -8,15 miliar dolar AS, Singapura -2,79 miliar dolar AS, dan Australia -2,11 miliar dolar AS,” terangnya pada selasa (1/7/2025). Surplus neraca perdagangan pada periode Januari-Mei 2025 ini meningkat 2,32 miliar dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.