Tutup
Agrobisnis

Danantara Suntik Rp1,5 Triliun, Gula Petani Situbondo Terselamatkan!

784
×

Danantara Suntik Rp1,5 Triliun, Gula Petani Situbondo Terselamatkan!

Sebarkan artikel ini
danantara-gelontorkan-rp1,5-triliun-untuk-beli-gula-petani-yang-belum-laku
Danantara Gelontorkan Rp1,5 Triliun untuk Beli Gula Petani yang Belum Laku

Situbondo – Petani tebu di Situbondo, Jawa Timur, dapat bernapas lega setelah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia berencana mengalokasikan dana sebesar Rp1,5 triliun untuk mengatasi penumpukan gula pasir di gudang-gudang. Dana ini diharapkan dapat menstabilkan harga gula di tingkat petani.

Sekretaris Asosiasi Petani Tebu Indonesia (APTRI) Cabang Kecamatan Assembagoes, Herman Fauzi, mengungkapkan bahwa informasi ini diperoleh setelah APTRI melakukan koordinasi dengan Kemenko Bidang Pangan dan Kemenko Bidang Perekonomian.

“Pekan lalu, pengurus APTRI Pusat berkoordinasi dengan kementerian terkait, dan solusinya adalah Danantara akan mengucurkan dana melalui PT sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk membeli sementara gula petani,” ujarnya di Situbondo, Jumat (9/8/2025).

Fauzi menambahkan, ribuan ton gula pasir di PG Assembagoes Situbondo belum terjual selama sebulan terakhir, menyebabkan penumpukan di gudang pabrik gula.

Kondisi ini diperparah dengan pedagang yang menawar harga gula pasir di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp14.500 per kilogram.

“Sudah empat minggu ini tawaran pedagang Rp14.350 per kilogram,ada juga yang menawar Rp14.200 per kilogram, padahal minimal harga gula Rp14.500,” jelas Fauzi.

Fauzi menduga, rendahnya tawaran harga gula petani disebabkan oleh beredarnya gula rafinasi di pasaran. Padahal, menurutnya, gula rafinasi seharusnya diperuntukkan bagi pengolahan bahan industri makanan dan minuman, bukan untuk konsumsi harian.

“Gula rafinasi itu warnanya sangat putih dan tidak semanis gula pasir pada umumnya, dan harganya lebih murah,” imbuhnya.

Sementara itu, General Manajer PG Assembagoes Situbondo, Mulyono, mencatat sekitar 5.000 ton gula pasir petani belum terjual ke pedagang sejak sebulan terakhir. Akibatnya, pembayaran kepada petani yang tebunya digiling di PG Assembagoes tertunda.

Mulyono menjelaskan, selama lebih dari empat periode atau sekitar satu bulan, 5.000 ton gula pasir tersimpan di gudang pabrik gula. “Karena gula pasir belum terjual ke pedagang, selama lebih dari empat periode ini kami belum melakukan pembayaran kepada petani yang tebunya digiling di PG Assembagoes,” pungkasnya.