Tutup
News

ASDP Perketat Pemeriksaan Tiket di Merak Antisipasi Lonjakan Libur Panjang HUT RI

224
×

ASDP Perketat Pemeriksaan Tiket di Merak Antisipasi Lonjakan Libur Panjang HUT RI

Sebarkan artikel ini
cara-asdp-hadapi-lonjakan-penumpang-di-merak-periode-long-weekend-hut-ri-ke-80
Cara ASDP Hadapi Lonjakan Penumpang di Merak Periode Long Weekend HUT RI ke-80

Merak – Antisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan selama libur panjang HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak meningkatkan pengawasan di Pelabuhan Merak melalui operasi gabungan. Operasi ini telah dimulai sejak Jumat (15/8/2025) malam.

Operasi gabungan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk KSOP, BPTD, Kepolisian, Tim BKO, serta operator pelayaran yang tergabung dalam Gapasdap dan INFA.

Syamsudin, General manager ASDP Merak, menjelaskan bahwa fokus utama operasi ini adalah memastikan kesesuaian antara data tiket dan identitas penumpang sebelum memasuki kapal. Hal ini dilakukan untuk menjamin akurasi data dalam manifest. “Dengan langkah ini, kami dan operator lain dapat mengidentifikasi jumlah penumpang, kendaraan, serta kecocokan golongan kendaraan yang tercantum dalam tiket, sekaligus meminimalisasi risiko antrean saat boarding,” ujar Syamsudin dalam keterangannya, Minggu (17/8/2025).

Syamsudin menambahkan,pada Jumat (15/8/2025),tercatat 31.428 penumpang dan 8.264 unit kendaraan menyeberang dari merak ke Bakauheni. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 22 persen untuk penumpang dan 17 persen untuk kendaraan dibandingkan rata-rata harian di bulan Agustus 2025. Kenaikan ini didominasi oleh kendaraan golongan IVA sebanyak 2.413 unit, diikuti golongan VI B sebanyak 1.297 unit dan golongan VB sebanyak 1.203 unit.

Syamsudin menegaskan pentingnya validitas data tiket dan manifest. “Tiket menjadi dokumen pertama yang diperiksa dalam proses screening. Nomor polisi, jumlah penumpang dalam kendaraan, dan golongan kendaraan harus sesuai agar manifest terkonsolidasi penuh sebelum kapal berangkat,” tegasnya.

Ia juga mengimbau kepada para pengguna jasa penyeberangan untuk melakukan reservasi tiket melalui aplikasi Ferizy, menghindari pembelian dari calo, serta memastikan data diri dan penumpang diinput dengan lengkap dan benar. “Karenanya, kami memohon kepada seluruh pengguna jasa yang akan menyeberang pada periode libur panjang akhir pekan pada HUT ke 80 Kemerdekaan RI ini agar melakukan reservasi tiket sejak awal melalui aplikasi Ferizy, menghindari pembelian dari calo, serta memastikan data diri dan penumpang diinput secara lengkap dan valid,” tambahnya.

Sementara itu, Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menekankan bahwa integritas manifest merupakan bagian penting dari sistem keselamatan yang melibatkan seluruh pihak.

Shelvy menjelaskan bahwa ASDP telah menyediakan sistem Ferizy yang memungkinkan pengisian data penumpang secara lengkap saat pembelian tiket, serta fitur pembaruan data secara mandiri sebelum check in.”ASDP telah menyiapkan sistem ferizy yang memungkinkan pengisian data penumpang secara lengkap pada saat pembelian tiket, serta fitur pembaruan data secara mandiri sebelum check in. Namun keberhasilan ini tetap sangat bergantung pada kedisiplinan pengemudi dan perusahaan angkutan umum,” ujarnya.

Sesuai dengan Permenhub No.26 Tahun 2015, pengemudi wajib memastikan seluruh nama penumpang telah diinput dengan benar sebelum pemindaian barcode di dermaga. Perusahaan angkutan umum juga diwajibkan untuk menyusun dan menyerahkan manifest kepada pengemudi untuk pengecekan akhir.

Setelah barcode tiket dipindai, data akan secara otomatis masuk ke database operator kapal untuk disusun menjadi manifest final dan diserahkan kepada regulator sebagai syarat penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

Dengan demikian, ketertiban manifest bukan hanya tanggung jawab operator kapal, tetapi merupakan kewajiban kolektif yang harus dijalankan oleh regulator, operator, perusahaan angkutan, dan penumpang. Dokumentasi penumpang yang akurat sejak awal akan mempercepat proses boarding, meningkatkan kualitas layanan, serta memberikan jaminan asuransi yang valid jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Melalui operasi gabungan ini, ASDP bersama para pemangku kepentingan berupaya membangun budaya tertib dan disiplin dalam perjalanan penyeberangan. ASDP menegaskan bahwa jika ditemukan ketidaksesuaian data antara tiket dan kondisi sebenarnya, kendaraan tersebut akan diputar balik demi menjaga akurasi manifest dan keselamatan pelayaran.”Selama kurang lebih hampir 1 bulan gelar operasi, tercatat untuk total kendaraan yang masih belum patuh dalam mengisi data secara benar saat pembelian tiket mencapai sekitar 20 persen, yang didominasi oleh truk,” pungkasnya.