Tutup
Regulasi

IHSG Minim Katalis, Investor Disarankan Lebih Selektif!

311
×

IHSG Minim Katalis, Investor Disarankan Lebih Selektif!

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan konsolidasi pada perdagangan Senin (29/12/2025). Minimnya katalis ekonomi jangka pendek dan aksi ambil untung jelang akhir tahun menjadi penyebabnya.

Pada penutupan perdagangan Rabu (24/12/2025), IHSG melemah 0,55% atau 46,97 poin, berakhir di level 8.537,91.

Pergerakan indeks cenderung *sideways* hingga melemah. Hal ini mencerminkan sikap *wait and see* para pelaku pasar dalam menanti arah sentimen selanjutnya.

Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, menilai IHSG saat ini masih dalam fase konsolidasi.

“IHSG bergerak cukup *sideways* ke melemah karena sentimen data ekonomi belum terlalu menggerakkan *market* dalam jangka pendek dan sudah terjadi beberapa kali aksi *take profit*,” ujarnya.

Kondisi ini diperkirakan akan membatasi ruang gerak indeks dalam waktu dekat.

Indy memperkirakan IHSG berpotensi menguji level 8.414 hingga 8.649.

Di tengah kondisi pasar yang cenderung sepi dan volatilitas terbatas, investor disarankan untuk tetap selektif dalam memilih saham.

Disiplin dalam menerapkan manajemen risiko juga menjadi kunci, sambil menunggu katalis baru yang berpotensi muncul setelah libur akhir tahun.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) akhirnya memutuskan jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Kali ini pihaknya menjadwalkan RUPSLB pada Selasa, 23 Juni 2026 pukul 14.00 WIB. Jadwal tersebut mundur dari rencana semula pada tanggal 11 Juni 2026. RUPSLB ini akan membahas rencana MDKA yang akan melaksanakan aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) IV…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang paruh kedua tahun 2026. Meski berbagai langkah stabilisasi telah ditempuh oleh Bank Indonesia (BI), sejumlah ekonom menilai penguatan rupiah secara berkelanjutan masih menghadapi tantangan besar dari faktor eksternal maupun domestik. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,20% secara harian ke level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memberikan tanggpan atas dampak rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam (SDA). Melalui beleid tersebut, aktivitas ekspor sejumlah komoditas SDA bakal melalui satu pintu. Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia, Ranty Astari Rachman mengatakan, pihaknya memahami bahwa pemerintah berencana menerbitkan PP Tata Kelola Ekspor SDA untuk memperkuat tata kelola…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks selama sepekan lalu masih menjadi saham yang paling banyak dijual asing. Aksi jual asing tersebut membuat pergerakan saham emiten big banks kompak ikut menurun. Diantara saham big banks yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), saham yang turun paling tajam adalah saham…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) akan berganti kepemilikan. Perusahaan yang bergerak di bidang industries barang dari plastik untuk pengemasan ini menjelaskan, rencana tersebut setelah pihaknya mengetahui bahwa pemegang saham pengendali lama telah menandatangani perjanjian untuk menjual seluruh sahamnya. “Kami sampaikan bahwa pada hari Senin, 25 Mei 2026, telah dilakukan penandatanganan Pengikatan Jual Beli…