Tutup
BisnisEkonomiNews

Pertamina Pacu UMKM Naik Kelas, Bangun Fondasi Bisnis

209
×

Pertamina Pacu UMKM Naik Kelas, Bangun Fondasi Bisnis

Sebarkan artikel ini
cara-pertamina-siapkan-umkm-naik-kelas-hingga-tumbuh-berkelanjutan
Cara Pertamina Siapkan UMKM Naik Kelas hingga Tumbuh Berkelanjutan

Jakarta – PT Pertamina (Persero) terus berupaya meningkatkan kelas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program Pertapreneur Aggregator (PAG).

Program ini fokus membangun UMKM yang tak hanya unggul dalam omzet, tetapi juga memiliki fondasi organisasi yang kuat.

pertamina berharap, dengan sistem dan kepemimpinan yang solid, UMKM dapat bertahan, berkembang, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Vice President Corporate interaction PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan penguatan UMKM sejalan dengan Asta Cita Poin 3.

“UMKM perlu dipersiapkan agar mampu tumbuh sebagai organisasi yang tangguh,” ujar Baron, Jumat (9/1/2026).

“Dengan sistem yang kuat, UMKM tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan membangun ekosistem usaha yang berdaya saing,” tambahnya.

Harumi Kartini, founder Harumi Fashion asal jakarta, merasakan langsung dampak positif program PAG. Ia menjadi salah satu dari 10 besar Program Pertapreneur Aggregator 2025.

PAG merupakan program pendampingan UMKM berkelanjutan yang dirancang untuk memperkuat ekosistem UMKM melalui kolaborasi, akses pasar yang lebih luas, dan peningkatan kualitas usaha.

“Dulu segala hal bergantung ke saya. Sekarang saya sadar, bisnis agar bisa berkembang tidak boleh bergantung pada satu orang,” kata Harumi.

Harumi memulai usahanya dengan menawarkan layanan desain kemasan, branding visual, materi promosi digital, hingga strategi visual storytelling.

Kini, ia mengembangkan usaha desain fashion untuk produk baju muslim, mukena, dan jilbab. Produknya diminati UMKM yang ingin memiliki ciri khas produk fashion.

“Saya memulai jasa desain ini karena banyak UMKM punya produk bagus, tapi visualnya kurang menarik,” jelas Harumi.

“UMKM perlu memperhatikan kemasan dan desain produk untuk menarik konsumen,” imbuhnya.

Setelah mengikuti Pertapreneur Aggregator,Harumi mulai keluar dari pola founder-centric menuju organisasi berbasis sistem,kepemimpinan,dan kolaborasi.

Perubahan ini terasa langsung dalam keseharian bisnisnya. Standarisasi kerja, pembagian peran, dan pengambilan keputusan yang sebelumnya bertumpu pada dirinya kini mulai dijalankan melalui sistem.

Untuk pertama kalinya, Harumi Fashion menyelenggarakan annual meeting sebagai sebuah organisasi, bukan sekadar usaha yang bergantung pada pemilik.