Tutup
Regulasi

Stok Beras Aman 3,35 Juta Ton, Bulog Siap Penuhi Kebutuhan Lebaran

260
×

Stok Beras Aman 3,35 Juta Ton, Bulog Siap Penuhi Kebutuhan Lebaran

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Perum Bulog memastikan ketersediaan beras nasional aman jelang Hari Raya Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri. Hingga 8 Januari 2026, stok beras yang tercatat mencapai 3.351.900 ton.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan rincian stok tersebut terdiri dari 3.238.103 ton beras jenis *public service obligation* (PSO) dan 113.797 ton beras komersial.

“Kesiapan stok ini untuk menghadapi Imlek dalam waktu dekat, Ramadan, kemudian Lebaran,” ujarnya saat konferensi pers di kantor BNPB, Jumat (9/1/2026).

Distribusi stok beras terbesar berada di Jawa Timur dengan 806.248 ton, disusul Sulawesi Barat 565.587 ton, Jawa Barat 526.867 ton, dan Jakarta 249.668 ton.

Rizal menambahkan, stok beras akan terus bertambah seiring panen yang didata oleh Kementerian Pertanian. Bulog menargetkan penyerapan hingga 4 juta ton pada tahun 2026. Dengan demikian, total cadangan beras pemerintah diperkirakan mencapai 7 juta ton.

Prioritas utama stok beras ini adalah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Namun, Bulog juga membuka potensi ekspor. “Kalau ada potensi ekspor, kami ke Timor Leste atau Papua Nugini atau bahkan ke Malaysia,” kata Rizal.

Langkah ekspor ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang tidak lagi melakukan impor beras konsumsi mulai tahun 2026. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengklaim Indonesia telah mencapai swasembada beras sejak Desember 2025.

Rizal menjelaskan, puncak swasembada beras pada 2025 tercapai setelah Bulog mampu menyerap 4,5 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) pada Juli 2025. Ia berharap swasembada beras ini dapat terus berlanjut demi kesejahteraan negara.

“Harapannya nanti peluangnya ekspor, yang kedua potensi ke depan harga beras satu harga dari Sabang sampai Merauke,” tuturnya.

Harga beras yang dimaksud adalah harga beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Rizal berharap dapat mewujudkan satu harga beras secara nasional, serupa dengan harga bahan bakar minyak yang diterapkan oleh PT Pertamina (Persero).

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi setelah mencatat penguatan selama lima hari berturut-turut. Meski sempat dibuka di zona hijau, tekanan jual membuat IHSG berbalik arah dan ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (15/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG turun 0,68% atau terkoreksi 52,36 poin ke level 7.623,58. Baca Juga: Reli IHSG Terhenti SumbarSumbarbisnis.com Sell Asing…