Jakarta – Ekonomi ruang angkasa global diprediksi akan meroket hingga mencapai US$1,8 triliun (Rp30.234 triliun) pada tahun 2035.Angka ini melonjak signifikan dari nilai ekonomi di tahun 2023 yang mencapai US$630 miliar (Rp10.582 triliun).
singapura tak ingin ketinggalan dalam memanfaatkan potensi besar dari ekonomi luar angkasa yang terus berkembang pesat.
Untuk itu, Negeri Singa ini akan mendirikan Badan Antariksa Nasional Singapura (NSAS) pada April 2026 mendatang.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Energi dan Sains dan Teknologi sekaligus Menteri Tenaga Kerja, Tan See leng, seperti dikutip dari CNA, Senin (2/2/2026).
NSAS akan menjadi garda terdepan Singapura dalam memanfaatkan berbagai peluang yang ada di ekonomi antariksa.
“Bagi Singapura, perjalanan kami di bidang teknologi luar angkasa sudah berlangsung lebih dari 50 tahun,” ujar Tan.
NSAS akan memungkinkan Singapura untuk mengembangkan potensi penuh dari aplikasi teknologi luar angkasa untuk memenuhi kebutuhan nasional dan regional.
Selain itu, badan antariksa ini juga akan bertugas menjaga aset-aset Singapura agar tetap aman di lingkungan luar angkasa.
Saat ini, pemerintah Singapura memiliki tiga satelit pengamatan Bumi yang dioperasikan bersama dengan ST Engineering.
“Kami akan membentuk pusat operasi multi-lembaga yang akan mendukung lembaga pemerintah dengan penugasan satelit dan analisis data geospasial khusus,” jelas Tan.
Pemanfaatan satelit ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai sektor, seperti operasi pelabuhan, perencanaan kota, pemantauan lingkungan, hingga ketahanan pangan.
Singapura juga berencana menjajaki pengembangan lebih lanjut konstelasi satelit untuk memenuhi kebutuhan nasional serta berbagai kasus penggunaan di sepanjang sabuk Khatulistiwa.
Dalam ranah ruang angkasa yang semakin padat, Singapura juga akan memastikan keamanan aset ruang angkasanya dengan membangun kemampuan kesadaran situasional ruang angkasa.
NSAS juga akan mengembangkan legislasi dan regulasi untuk sektor antariksa, yang bertujuan untuk mendukung inovasi dan bisnis, serta memenuhi standar tinggi untuk keselamatan dan keberlanjutan antariksa.
Sejak tahun 2022, Singapura telah mengalokasikan lebih dari US$157 juta (Rp2,6 triliun) untuk proyek penelitian dan pengembangan ruang angkasa melalui Program Pengembangan Teknologi Ruang Angkasa.






