Tutup
EkonomiEnergiNews

DPR Dorong Pemerintah Stabilkan BBM, Cegah Panic Buying

245
×

DPR Dorong Pemerintah Stabilkan BBM, Cegah Panic Buying

Sebarkan artikel ini
nevi-zuairina:-cegah-panic-buying-bbm-dengan-komunikasi-publik-yang-transparan
Nevi Zuairina: Cegah panic Buying BBM dengan Komunikasi Publik yang Transparan

Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina, mengingatkan pemerintah untuk menjaga stabilitas distribusi dan kepercayaan publik terkait ketersediaan BBM nasional.

Hal ini menyusul kekhawatiran masyarakat atas pernyataan pemerintah tentang ketahanan stok BBM nasional yang hanya 21-25 hari.

Nevi menekankan pentingnya penjelasan komprehensif kepada masyarakat mengenai kapasitas cadangan operasional BBM. Tujuannya agar tidak terjadi kesalahpahaman yang memicu panic buying.

“Ketika masyarakat mendengar stok BBM hanya cukup untuk tiga minggu, sebagian orang langsung panik akan kelangkaan,” ujar Nevi, Kamis (13/6/2024).

Padahal, lanjutnya, yang dimaksud adalah kapasitas cadangan operasional di tangki penyimpanan nasional.

Nevi menjelaskan, panic buying dipicu ketidakpastian informasi, psikologi massa, dan kekhawatiran geopolitik global. Eskalasi konflik internasional juga memicu kekhawatiran stabilitas pasokan energi dunia.

“Sering kali rasa takut masyarakat lebih besar dari kondisi sebenarnya,” katanya.

Ia menambahkan, panic buying justru menciptakan kelangkaan buatan dan mengganggu sistem distribusi energi nasional.

Nevi mendorong pemerintah memperkuat komunikasi publik yang cepat, terbuka, dan berbasis data. Stabilitas distribusi dari kilang ke SPBU juga harus dijaga.

“Pengawasan terhadap potensi penimbunan dan penyalahgunaan BBM juga harus diperketat,” tegasnya.

Nevi juga menyoroti pentingnya memperkuat cadangan energi nasional. Cadangan BBM Indonesia masih jauh di bawah negara lain seperti Jepang, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan China.

“Penguatan cadangan energi strategis harus menjadi agenda jangka panjang,” pungkasnya.