Bursa Saham

Laba Chandra Asri Tembus US$ 283 Juta, Sucor Pasang Target Rp 6.200

54
×

Laba Chandra Asri Tembus US$ 283 Juta, Sucor Pasang Target Rp 6.200

Sebarkan artikel ini
Pabrik pengolahan petrokimia milik PT Chandra Asri Pacific Tbk
PT Chandra Asri Pacific Tbk mencatatkan laba bersih sebesar US$ 283 juta pada semester pertama 2026.

JAKARTA – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan pemulihan kinerja keuangan yang signifikan pada semester pertama 2026. Perusahaan berhasil membalikkan posisi rugi menjadi laba bersih sebesar US$ 283 juta.

Pencapaian ini didorong oleh kontribusi kuat dari sektor energi serta perbaikan performa pada segmen kimia. Sepanjang enam bulan pertama 2026, total pendapatan perseroan melonjak 84% secara tahunan menjadi US$ 5,35 miliar.

Pada kuartal II-2026 saja, TPIA membukukan laba bersih sebesar US$ 137 juta. Pendapatan pada periode tersebut tumbuh 23% secara kuartalan dan 29% secara tahunan menjadi US$ 2,95 miliar.

Analis Sucor Sekuritas, Andreas Yordan Tarigan, dalam risetnya per 31 Juli 2026 mencatat adanya penurunan tipis laba sebesar 6% secara kuartalan. Hal ini dipicu oleh normalisasi margin pada bisnis energi.

Meski demikian, momentum pemulihan tetap dinilai kuat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bisnis energi menjadi motor utama dengan pendapatan sebesar US$ 1,88 miliar pada kuartal II-2026, naik 29% dari kuartal sebelumnya.

Margin pada segmen energi tercatat mengalami tekanan menjadi 18% dari sebelumnya 38% pada kuartal I-2026. Penurunan ini dipengaruhi oleh penyesuaian biaya bahan baku minyak mentah.

Di sisi lain, segmen kimia menunjukkan tren pemulihan yang semakin solid. Pendapatan segmen ini meningkat 38% secara kuartalan menjadi US$ 1,50 miliar.

Kenaikan harga jual produk Polypropylene (PP) dan Polyethylene (PE) menjadi faktor pendorong utama. Kondisi ini membantu menekan kerugian operasional segmen kimia dari US$ 148 juta menjadi US$ 21 juta.

Andreas menilai TPIA kini memiliki posisi strategis dalam memanfaatkan perubahan rantai pasok global. Stabilitas margin kilang yang diproyeksikan di level US$ 15 per barel menjadi katalis positif bagi perusahaan.

Transformasi TPIA menjadi perusahaan terintegrasi di sektor energi, kimia, dan infrastruktur dianggap sebagai langkah krusial. Perusahaan kini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada siklus industri petrokimia semata.

Diversifikasi ini membuat TPIA berkembang menjadi emiten compounder dengan basis bisnis yang lebih tangguh. Atas dasar fundamental tersebut, Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham TPIA.

Target harga saham TPIA ditetapkan pada level Rp 6.200 per lembar. Optimisme ini mencerminkan proyeksi pertumbuhan berkelanjutan dari penguatan segmen energi dan pemulihan bisnis kimia.

Sucor Sekuritas memproyeksikan pendapatan TPIA hingga akhir 2026 akan mencapai US$ 10,87 miliar dengan laba bersih US$ 668 juta. Pada 2027, pendapatan diprediksi kembali meningkat menjadi US$ 11,43 miliar dengan laba US$ 795 juta.

Pada perdagangan Rabu (5/8/2026), harga saham TPIA ditutup melemah 0,48% ke level Rp 2.060 per saham. Dalam akumulasi lima hari terakhir, saham emiten ini telah mencatatkan koreksi sebesar 5,5%.