Tutup
Regulasi

IHSG Menguat di Tengah Penantian Hasil Negosiasi AS dan Iran

172
×

IHSG Menguat di Tengah Penantian Hasil Negosiasi AS dan Iran

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat signifikan sebesar 150,91 poin atau 2,07 persen ke level 7.458,50 pada perdagangan Jumat (10/4/2026). Kenaikan ini terjadi di tengah sikap waspada investor yang menanti hasil pembicaraan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan.

Penguatan IHSG sejalan dengan tren positif bursa saham Wall Street. Selain itu, indeks LQ45 sebagai kelompok saham unggulan juga turut terdongkrak sebesar 12,57 poin atau 1,71 persen ke posisi 746,47.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa pelaku pasar merespons positif negosiasi antara AS dan Iran terkait penyelesaian konflik Timur Tengah yang telah berlangsung selama enam minggu. Namun, sentimen pasar tetap berhati-hati karena masih berlanjutnya serangan Israel ke Lebanon serta potensi gangguan di Selat Hormuz.

Selain faktor geopolitik, investor juga menantikan rilis data inflasi (Consumer Price Index/CPI) Amerika Serikat periode Maret 2026 yang dijadwalkan terbit Jumat malam. Data ini krusial untuk melihat dampak konflik Timur Tengah terhadap tekanan inflasi global.

Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed menunjukkan adanya kekhawatiran bahwa konflik berkepanjangan dapat memicu kenaikan suku bunga tambahan, meskipun proyeksi penurunan suku bunga tahun ini masih terbuka.

Dari sisi domestik, sentimen pasar sedikit tertahan oleh penurunan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia ke level 122,9 pada Maret 2026, yang merupakan titik terendah sejak Oktober 2025.

Secara sektoral, sepuluh sektor di BEI mencatatkan penguatan. Sektor industri memimpin dengan kenaikan 4,09 persen, disusul sektor keuangan sebesar 2,92 persen dan sektor barang konsumen nonprimer sebesar 2,56 persen. Hanya sektor kesehatan yang berakhir di zona merah dengan pelemahan tipis 0,04 persen.

Total transaksi perdagangan mencapai 2,28 juta kali dengan volume 42,94 miliar lembar saham senilai Rp18,12 triliun. Sebanyak 485 saham ditutup menguat, 181 melemah, dan 153 saham stagnan. Mayoritas bursa Asia juga bergerak di zona hijau, termasuk indeks Nikkei, Shanghai, Hang Seng, dan Strait Times.

Rupiah Tertekan

Berbeda dengan IHSG, nilai tukar rupiah justru melemah 14 poin atau 0,08 persen ke level Rp17.104 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.090 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menyebutkan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh sikap *wait and see* pasar terhadap rilis data inflasi AS. Penguatan dolar AS menjelang rilis data tersebut memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang.

Ketegangan geopolitik dan risiko gangguan energi global turut memicu permintaan terhadap aset *safe haven*, yang berimbas pada tekanan terhadap rupiah. Meski demikian, Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi di pasar spot dan *non-deliverable forward* (NDF) serta melalui pembelian obligasi pemerintah di pasar sekunder untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat ini juga tercatat melemah ke level Rp17.112 per dolar AS dari posisi sebelumnya di angka Rp17.082 per dolar AS.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi setelah mencatat penguatan selama lima hari berturut-turut. Meski sempat dibuka di zona hijau, tekanan jual membuat IHSG berbalik arah dan ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (15/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG turun 0,68% atau terkoreksi 52,36 poin ke level 7.623,58. Baca Juga: Reli IHSG Terhenti SumbarSumbarbisnis.com Sell Asing…