Tutup
Regulasi

IHSG Menguat di Tengah Penantian Hasil Negosiasi AS dan Iran

219
×

IHSG Menguat di Tengah Penantian Hasil Negosiasi AS dan Iran

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat signifikan sebesar 150,91 poin atau 2,07 persen ke level 7.458,50 pada perdagangan Jumat (10/4/2026). Kenaikan ini terjadi di tengah sikap waspada investor yang menanti hasil pembicaraan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan.

Penguatan IHSG sejalan dengan tren positif bursa saham Wall Street. Selain itu, indeks LQ45 sebagai kelompok saham unggulan juga turut terdongkrak sebesar 12,57 poin atau 1,71 persen ke posisi 746,47.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa pelaku pasar merespons positif negosiasi antara AS dan Iran terkait penyelesaian konflik Timur Tengah yang telah berlangsung selama enam minggu. Namun, sentimen pasar tetap berhati-hati karena masih berlanjutnya serangan Israel ke Lebanon serta potensi gangguan di Selat Hormuz.

Selain faktor geopolitik, investor juga menantikan rilis data inflasi (Consumer Price Index/CPI) Amerika Serikat periode Maret 2026 yang dijadwalkan terbit Jumat malam. Data ini krusial untuk melihat dampak konflik Timur Tengah terhadap tekanan inflasi global.

Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed menunjukkan adanya kekhawatiran bahwa konflik berkepanjangan dapat memicu kenaikan suku bunga tambahan, meskipun proyeksi penurunan suku bunga tahun ini masih terbuka.

Dari sisi domestik, sentimen pasar sedikit tertahan oleh penurunan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia ke level 122,9 pada Maret 2026, yang merupakan titik terendah sejak Oktober 2025.

Secara sektoral, sepuluh sektor di BEI mencatatkan penguatan. Sektor industri memimpin dengan kenaikan 4,09 persen, disusul sektor keuangan sebesar 2,92 persen dan sektor barang konsumen nonprimer sebesar 2,56 persen. Hanya sektor kesehatan yang berakhir di zona merah dengan pelemahan tipis 0,04 persen.

Total transaksi perdagangan mencapai 2,28 juta kali dengan volume 42,94 miliar lembar saham senilai Rp18,12 triliun. Sebanyak 485 saham ditutup menguat, 181 melemah, dan 153 saham stagnan. Mayoritas bursa Asia juga bergerak di zona hijau, termasuk indeks Nikkei, Shanghai, Hang Seng, dan Strait Times.

Rupiah Tertekan

Berbeda dengan IHSG, nilai tukar rupiah justru melemah 14 poin atau 0,08 persen ke level Rp17.104 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.090 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menyebutkan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh sikap *wait and see* pasar terhadap rilis data inflasi AS. Penguatan dolar AS menjelang rilis data tersebut memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang.

Ketegangan geopolitik dan risiko gangguan energi global turut memicu permintaan terhadap aset *safe haven*, yang berimbas pada tekanan terhadap rupiah. Meski demikian, Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi di pasar spot dan *non-deliverable forward* (NDF) serta melalui pembelian obligasi pemerintah di pasar sekunder untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat ini juga tercatat melemah ke level Rp17.112 per dolar AS dari posisi sebelumnya di angka Rp17.082 per dolar AS.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Investor ritel perlu lebih selektif menentukan strategi investasi emas. Pasalnya, saat harga emas mulai rebound setelah sempat tertekan dalam sebulan terakhir, spread harga jual dan buyback emas batangan masih relatif lebar. Melansir Bloomberg, pada perdagangan Jumat (29/5/2026), Harga emas spot ditutup pada level US$ 4.540,26 per ons troi, naik 1% disbanding sehari sebelumnya. Namun, dalam sebulan terakhir harga emas…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) pada tahun buku 2025 dinilai menunjukkan pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan. Perseroan mencatat lonjakan pendapatan sebesar 62,1% secara tahunan menjadi Rp 577 miliar, serta berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih sekitar Rp65 miliar. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie menilai, pertumbuhan tersebut bukan sekadar faktor sementara, melainkan ditopang oleh perbaikan…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Perjalanan investasi masing-masing pribadi tentu unik dan berbeda, tergantung dengan kesempatan yang datang dalam hidup mereka. Kesempatan belajar berinvestasi yang dimiliki Direktur PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) Sunyoto Bambang Kusumo membuatnya menjadi investor yang tetap mampu memanfaatkan peluang di tengah volatilitas pasar saham domestik saat ini. Literasi keuangan dan investasi sudah dia dapatkan sejak…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Investor diproyeksi akan mengalihkan fokus ke pembaruan pasar tenaga kerja yang penting pekan depan saat mereka mempertimbangkan apakah inflasi yang memanas dan potensi kenaikan suku bunga dapat menggagalkan reli di pasar saham AS. Hasil Broadcom juga menjadi ujian bagi perdagangan AI di minggu mendatang. Mengutip Reuters, Sabtu (30/5/2026), pekan ini, indeks ekuitas AS melanjutkan kenaikannya, dengan indeks acuan S&P…