Tutup
Regulasi

BEI Resmi Delisting 18 Emiten, Termasuk Sritex dan TELE

120
×

BEI Resmi Delisting 18 Emiten, Termasuk Sritex dan TELE

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah tegas dengan melakukan penghapusan pencatatan saham (*delisting*) terhadap 18 emiten sekaligus. Kebijakan ini merupakan bentuk penegakan standar kualitas pasar modal yang tertuang dalam pengumuman Bursa Nomor Peng-DEL-00001/BEI.PP1/04-2026 yang dirilis pada Jumat (10/4/2026).

Langkah tersebut diambil merujuk pada Peraturan Bursa Nomor I-N tentang pembatalan pencatatan saham. Terdapat dua kondisi utama yang menjadi dasar keputusan ini, yakni adanya peristiwa signifikan yang berdampak negatif terhadap kelangsungan usaha emiten tanpa indikasi pemulihan, serta saham emiten yang telah mengalami suspensi di seluruh pasar selama minimal 24 bulan.

BEI membagi 18 emiten tersebut ke dalam dua kategori. Kategori pertama mencakup 7 emiten yang dinyatakan pailit, di antaranya PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL), PT Cowell Development Tbk. (COWL), dan PT Mitra Pemuda Tbk. (MTRA).

Kategori kedua terdiri dari 11 emiten yang sahamnya telah disuspensi selama lebih dari 50 bulan. Beberapa di antaranya meliputi PT Sugih Energy Tbk. (SUGI), PT Eureka Prima Jakarta Tbk. (LCGP), dan PT Jaya Bersama Indo Tbk. (DUCK).

“Bursa memutuskan penghapusan pencatatan efek kepada perusahaan tercatat tersebut efektif pada 10 November 2026,” tulis pengumuman BEI, dikutip Sabtu (11/4/2026).

Pihak bursa secara tegas mengimbau agar seluruh emiten yang didepak wajib melakukan pembelian kembali (*buyback*) atas saham yang beredar di publik. Emiten diwajibkan menyampaikan keterbukaan informasi mengenai rencana *buyback* paling lambat pada 10 Mei 2026.

Masa pelaksanaan *buyback* ditetapkan berlangsung selama enam bulan, terhitung mulai 11 Mei hingga 9 November 2026. Meski status *delisting* akan berlaku efektif keesokan harinya, BEI menekankan bahwa perusahaan tetap wajib menyelesaikan seluruh kewajiban keuangan maupun administratif kepada bursa hingga tanggal efektif tersebut.

Daftar 18 Emiten yang Mengalami Delisting:

Status Pailit:
1. COWL (Cowell Development)
2. MTRA (Mitra Pemuda)
3. SRIL (Sri Rejeki Isman)
4. TOYS (Sunindo Adipersada)
5. SBAT (Sejahtera Bintang Abadi Textile)
6. TDPM (Tianrong Chemicals Industry)
7. TELE (Omni Inovasi Indonesia)

Suspensi Lebih dari 50 Bulan:
1. LCGP (Eureka Prima Jakarta)
2. SUGI (Sugih Energy)
3. MABA (Marga Abhinaya Abadi)
4. LMAS (Limas Indonesia Makmur)
5. SKYB (Northcliff Citranusa Indonesia)
6. ENVY (Envy Technologies Indonesia)
7. GOLL (Golden Plantation)
8. PLAS (Polaris Investama)
9. TRIL (Triwira Insanlestari)
10. UNIT (Nusantara Inti Corpora)
11. DUCK (Jaya Bersama Indo)

*Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.*

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi setelah mencatat penguatan selama lima hari berturut-turut. Meski sempat dibuka di zona hijau, tekanan jual membuat IHSG berbalik arah dan ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (15/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG turun 0,68% atau terkoreksi 52,36 poin ke level 7.623,58. Baca Juga: Reli IHSG Terhenti SumbarSumbarbisnis.com Sell Asing…